11 Karyawan PT. BMM Pertanyakan Nasibnya Di Pangkep

oleh

SUARALIDIK. COM – Sudah dua tahun terkatung katung 11 karyawan PT.Bumi Makassar Mining (BMM) meminta kejelasan status mereka. Pasalnya sejak Oktober 2015 lalu, mereka tidak lagi di pekerjakan oleh PT. BMM dengan alasan menolak dimutasi ke PT GMR.

 

Salah seorang karyawan Faisal, menuturkan, mutasi tersebut mereka tolak bersama 11 teman teman karyawan karena tanpa pemberitahuan sebelumnya, dan mutasi tersebut dari perusahaan yang berbeda walaupun pemilik usaha yang sama.

“Setidaknya sebelum kami di mutasi selesaikan dulu status kami di PT. BMM baru di pekerjakan kembali di PT. GMR.” tutur Faisal.Rabu(17/01/2018)

Pasca wacana mutasi tersebut, Ia dan 10 pekerja lain justru dianggap mengundurkan diri oleh perusahaan.

Faisal juga menuturkan, dia dan kawan-kawannya sebenarnya telah
melakukan berbagai upaya meminta kejelasan status mereka, mulai dari kabupaten sampai ke provinsi.

“Dinas Tenaga kerja Provinsi Sulsel sudah memberi surat anjuran tertulis kepada perusahaan untuk memperkerjakan kami kembali, tapi lagi lagi pihak perusaahan mengabaikan.” terang Faisal.

Tidak hanya itu, oleh jajaran Polda Sulsel, mereka pernah difasilitasi untuk bertemu dengan pihak perusahaan, dimana saat itu, pihak perusahaan berjanji akan membayar gaji 11 pekerja tersebut. Namun, hingga saat ini pihak perusahaan tidak membayar gaji mereka bahkan mereka pun tidak pernah dipanggil kembali untuk bekerja.

Ketua DPC KEP KSPI Pangkep, Idris mengatakan, seharusnya dengan adanya surat rekomendasi dari Dinas tenaga kerja, perusahaan harusnya menjalankan rekomendasi yang salah satunya meminta mempekerjakan mereka kembali dan membayarkan upah mereka sejak Oktober 2015 lalu.

“Harapan kita perusahaan melaksanakan anjuran ini, pekerjakan mereka kembali dan selesaikan hak hak mereka, saya kira rekomendasinya sangat jelas.” ujarnya sambil memperlihatkan surat. (Syaiful/Wank86)