13 Jamaah Calon Haji Boltim Diberangkatkan ke Tanah Suci

oleh
Sekretaris Daerah Ir Hi Muhammad Assagaf melepas secara resmi keberangkatan jamaah calon haji (JCH) Boltim, di Masjid Darul Jannah Tutuyan, Sabtu (11/8)
Sekretaris Daerah Ir Hi Muhammad Assagaf melepas secara resmi keberangkatan jamaah calon haji (JCH) Boltim, di Masjid Darul Jannah Tutuyan, Sabtu (11/8)

Boltim – suaralidik.com, Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) diwakili Sekretaris Daerah Ir Hi Muhammad Assagaf melepas secara resmi keberangkatan jamaah calon haji (JCH) Boltim, di Masjid Darul Jannah Tutuyan, Sabtu (11/8). Dari 13 JCH asal Boltim, 1 JCH dimutasikan ke Bolmong Induk karena faktor usia. 13 orang JCH yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 13 Embarkasi Balikpapan akan meninggalkan Manado pada 12 Agustus 2018.
Acara pelepasan turut dihadiri Ketua TP-PKK Boltim Ny Nursiwin Dunggio yang ikut memberikan santunan tali kasih kepada 13 JCH.

Dalam sambutannya, Sekda mengucapkan selamat kepada 13 JCH yg akan berangkat ke tanah suci. Kata Dia, ibadah haji merupakan anjuran Allah bagi yang mampu. “Jaga diri dan jaga kesehatan. Dahulukan fardhu rukun haji sebelum melakukan yang sunah,” Sekda berpesan.

Sekda juga mengingatkan untuk memperbanyak doa di tempat mustajab diantaranya multazam, arafah dan raudah. “Tolong doa kan Boltim Insya Allah dijaga Allah swt,” ujarnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Boltim, Ahmad Soleh menambahkan, sebelum diberangkatkan ke tanah suci, JCH Boltim akan bergabung dengan JCH se Bolmong Raya, Sanger, Talaud, Minsel, Minahasa dan akan diterima di asrama haji Manado oleh Gubernur Sulut untuk selanjutnya dilepas menuju balikpapan dan setelahnya ke Jedah. “JCH Boltim masuk kloter 13. Sejak 2017 seluruh embarkasi menggunakan kloter besar. kalau tahun lalu 1 pesawat 350 sekarang sudah 450 dalam 1 kelompok terbang,” terangnya.

Ia mengungkapkan, skor Indek kepuasan pelayanan haji tahun terakhir merupakan skor tertinggi dalam delapan tahun terakhir. Sehingga lanjut Dia, bila ada pelayanan kurang memuaskan untuk segera dilaporkan. “Selama 40 hari di tanah suci apabila merasakan pelayanan kurang maksimal bisa disampaikan langsung baik lisan maupun tertulis untuk bahan evaluasi penyelenggaraan haji di tahun-tahun yang akan datang,” tuturnya.

Untuk diketahui, sesuai data Siskohat Kemenag per april 2018 data JCH yang sedang menunggu sebanyak 3.300.000 orang. Dari 34 Provinsi se Indonesia, Sulut adalah salah satu daerah dengan masa tunggu terpendek yaitu 10 tahun.(***bob/TUP HUMAS DAN PROTOKOL)