Terancam Abrasi, Warga Galesong Utara Akan Demo Pihak Pertamina

oleh

suaralidik.com–Puluhan rumah warga di dusun Jonggo Batu, Desa Aeng Batu-Batu, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar terancam abrasi pantai. Warga menilai, penyebab utama kejadian ini adalah pembangunan pondasi SPBU/Pertamina milik H. Abdul Kahar Sibali. Bangunan yang memanjang sekitar 50 meter dari bibir pantai sebelah selatan pemukiman mengakibatkan ombak deras langsung menghantam bagian belakang kediaman mereka.

Abrasi juga mengakibatkan panjang bibir pantai semakin berkurang. Jika sebelumnya masih terdapat jarak sekitar 20 meter dari halaman belakang rumah warga, kini hanya tersisa 2 hingga 3 meter. Hal ini kemudian menjadi polemik bagi warga. Khawatir akan bencana alam yang akan menimpa tempat tinggal mereka, beberapa diantara warga memilih mengungsi ke rumah kerabat atau tetangga mereka.

Warga semakin resah dan takut saat musim hujan tiba, utamanya pada desember dan januari mendatang. Aktivitas abrasi akan diperparah oleh tingkat curah hujan yang semakin tinggi dan mengakibatkan rumah mereka hancur terbawa arus ombak.

Buntutnya, 21 november 2017 lalu Kanit Intel Polsek Galesong Utara turun langsung mengunjungi lokasi yang mengalami abrasi. Kunjungan ini sebagai tindak lanjut atas adanya laporan warga sekitar. Hasilnya, beberapa kediaman warga diketahui sangat berpotensi terkena dampak abrasi. Diantaranya milik Syahrir Dg. Tayang (35), Ramli Dg. Ngitung (35), dan Aci Dg. Liwang (37).

“Kalau abrasi ini tidak secepatnya di antisipasi maka rumah kami akan terbawa abrasi. Dan apabila keluhan kami ini tidak secepatnya ditindaklanjuti, maka kami akan melakukan demo terhadap pemilik Pertamina (H. Abd. Kahar Sibali. red) dan Kades Aeng Batu Batu (Wahyudin Mapparenta. red)” ujar salah seorang warga yang  kediamannya juga berpotensi terkena dampak abrasi.

Warga yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan ini berharap agar pemerintah bisa menyelesaikan masalah di pemukiman mereka. Mereka bahkan mengancam akan melakukan demonstrasi dan meminta bantuan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) serta menghubungi wartawan untuk meliput peristiwa ini.