34 Tahun Didik Siswa Tanpa Pernah Adakan Upacara Bendera, Ini Curhat Kepsek SDN Kertapati Palembang

oleh
Sd Kertapati
SDN 208 Kertapati Palembang

PALEMBANG,SUARALIDIK.COM –Perasaan sedih bercampur senang saat ini dirasakan Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 208 Kertapati Ny.Yeti Erma Hurfati S.Pd, M.Si, setelah dirinya dikunjungi wartawan beberapa waktu yang lalu

Sd Kertapati
SDN 208 Kertapati Palembang

Pasalnya, sudah tujuh bulan Yeti menjabat kepala sekolah SDN ini, namun masih saja ada kekurangan menimpa sekolahnya, namun dia terus berusaha untuk memajukan dan membenahi kekurangan sekolah tersebut. Salah satu usahanya dengan melakukan sosialisasi atas program-program sekolah, agar dapat diketahui oleh para orangtua/wali, masyarakat dan anak didik itu sendiri.

Apalagi, aktiftas memajukan dan meningkatkan kualitas pendidikan di sekolahnya ini, merupakan pekerjaan rutin sebagai kepala sekolah yang diembannya.

Yeti berharap, segala usaha yang dirinya lakukan bisa menjadi pemicu semangat dewan guru dan pegawai dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan prestasi, serta bisa dijadikan panutan bagi para guru dan pegawai di sekolahnya.

Apalagi didapati kenyataan, bahwa sekolah yang di dirikan hampir sekitar 34 tahun ini, tidak bisa melaksanakan upacara bendera Merah Putih dikarenakan keterbatasan lahan milik sekolah, sehingga kondisi ini sempat membuat miris dan sedih hatinya.

Jika demikian, bisa saja siswa tidak tau akan arti dari perjuangan bangsa ini,” tandasnya.

Menyikapi kenyataan ini, Yeti mengaku selalu melontarkan harapan dan keinginannya kepada pihak yang berwenang, agar dapat memberikan perhatian khusus atas kondisi di sekolahnya ini.

Adapun harapan dia lontarkan terutama kepada dinas terkait, yaitu Dinas Pendidikan Kota Palembang maupun Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, agar dapat terjun langsung ke lapangan, sehingga mengetahui secara langsung bahwa masih banyaknya kekurangan fasilitas pendidikan di Sekolah SDN 208 Kertapati ini, tepatnya di Kecamatan Kertapati, Kota Palembang.

Dijelaskan Yeti, kegiatan ekstrakurikuler pendidikan menjadi nilai plus bagi siswa, biar nantinya para siswa yang sudah lulus menjadi alumni terbaik dari sekolahan yang ditinggalkannya, bukan malah menjadi nilai minus, karena minimnya ilmu pengetahuan.

Makanya, jika tidak ada kegiatan rutin maupun kegiatan tambahan, tentunya menjadi pekerjaan yang berat buat dinas yang terkait, yaitu Dinas Pendidikan Kota Palembang maupun Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel.

Agar menjadi perhatian khusus, di sekolahan SDN 208 ini, bukan saja butuh penunjang untuk aktifitas belajar dan mengajar saja, melainkan juga harus ada kegiatan rutinitas setiap hari, misalkan melaksanakan upacara Bendera Merah Putih dan lain-lain. Namun kegiatan upacara ini tak bisa dilakukan, karena ketiadaan lapangan untuk melakukan kegiatan tersebut,” pungkasnya lirih. (wiss/sn)