4 Rudal Korsel dan 200 Meriam Swis Akan Diledakkan di Bulukumba, Ada Apa Ya?

oleh
Dan Yunit Radar, Komando Operasi Angkatan Udara II, Lettu Pasukan Hari. P, saat mempresentasikan persiapan latihan kepada jajaran Pemkab Bulukumba. Jumat (7/7/17).

BULUKUMBA, Suarlidik.com – Paskhas Komando Operasi Angkatan Udara II akan melakukan uji coba senjata baru yang dimiliki Indonesia di perairan Bulukumba, Kamis 13 Juli mendatang. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Bonto Bahari yang akan mengerahkan sedikitnya 150 personil TNI AU.

Dan Yunit Radar, Komando Operasi Angkatan Udara II, Lettu Pasukan Hari. P, saat mempresentasikan persiapan latihan kepada jajaran Pemkab Bulukumba. Jumat (7/7/17).

Dan Yunit Radar, Komando Operasi Angkatan Udara II, Lettu Pasukan Hari. P mengatakan jika pemilihan Bulukumba sebagai lokasi uji coba dikarenakan wilayahnya yang luas dan strategis, serta wilayahnya masih kurang dilewati kapal ataupun pesawat sehingga menurutnya aman dilakukan uji coba.

Untuk uji coba senjata tersebut, TNI AU akan meluncurkan 4 rudal Chiron yang merupakan perkembangan teknologi baru dari kerjasama pertahanan dengan Korea Selatan yang merupakan salah satu rudal generasi terbaru di kelasnya, serta 200 butir peluru meriam penangkis serangan udara Oerlikon merupakan senjata buatan Swiss dan diproduksi tahun 2014. Senjata ini diklaim sebagai misil tercanggih di dunia, dengan memperagakan serangan musuh dengan menembak drone sebagai sasarannya.

“Kita memasang Radar yang mampu mendeteksi serangan musuh, sehingga penembak akan menyerang jika ada hal-hal yang mengancam Indonesia,” ujar Hari saat rapat persiapan di ruang rapat Bupati, Jumat (7/7)

Untuk meriamnya sendiri, lanjut Hari dapat bekerja efektif sejauh empat kilometer, dan mampu menghancurkan sasaran udara berupa pesawat jenis apapun, serta bisa menghancurkan rudal, roket dan mortir yang datang menyerang.

“Selain itu senjata tersebut mampu mendeteksi benda apa pun yang berada di angkasa. Ketika obyek sasaran yang telah dilock atau masuk di Radar, meriam akan menembakkan peluru dan peluru itu terus mengikut sasaran hingga sasaran hancur,” jelasnya.

Untuk satu peluru, Hari mengaku Indonesia harus mengeluarkan biaya tinggi yang perkiraan mencapai puluhan juta untuk satu amunisinya saja, namun hal tersebut merupakan hal yang murah untuk menjaga keamanan negara.

Bupati Bulukumba, A.M Sukri Sappewali yang memimpin langsung rapat persiapan uji coba senjata, mengaku bangga pelaksanaan akan dilakukan di Bulukumba, yang tentu akan membawa ketertarikan sendiri bagi masyarakat serta mendukung TNI dalam memperkuat persenjataan dalam menjaga kestabilan dan keamanan Republik Indonesia.

“Bulukumba adalah bagian dari NKRI, ini adalah uji coba pertama untuk senjata baru tersebut sehingga 14 jenderal dari Mabes TNI Angkatan Udara akan hadir menyaksikan” ujar AM Sukri Sappewali.

Sukri meminta kepada aparat pemerintah kecamatan dan desa kelurahan untuk mensosialisasikan rencana uji coba senjata pertahanan tersebut kepada masyarakat, termasuk kepada para nelayan untuk tidak melaut di areal sekitar PPI Bontobahari. (A3/RED 4)