banner 728x250

banner 728x250

5 Periode di DPRD, Abu Thalib Siap Bertarung di Musda Golkar Bulukumba

  • Bagikan
Haji Abu Thalib ||ist

suaralidik.com, BULUKUMBA – DPD II Partai Golkar Kabupaten Bulukumba akan menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) ke X dengan agenda memilih Ketua DPD II periode 2021-2025.

Kabar yang beredar dikalangan internal Golkar Bulukumba beberapa kandidat pun menyatakan siap maju yakni Plt Ketua Golkar Nirwan Arifuddin, mantan Ketua DPD Golkar Bulukumba Hamzah Pangki , serta mantan Bupati Bulukumba Sukri Andi Sappewali.

banner 728x250

Terbaru, anggota DPRD Bulukumba 5 periode Haji Abu Thalib pun menyatakan sikap untuk maju bertarung bahkan mengklaim telah direstui oleh Bupati Bulukumba Muchtar Ali Yusuf sebagai pembina partai-partai politik untuk menjadi pemimpin di partai berlambang pohon Beringin itu.

Namun, saat di konfirmasi, politisi senior ini memberikan jawaban yang terkesan diplomatis. ” Ah bisa aja kita memancing-mancing Dinda,”kata Abu Thalib, Sabtu (05/06) malam

Abu Thalib yang juga ayah dari legislator Golkar DPRD Provinsi Sulsel Ayu Andhira ini mengatakan, bahwa Musda Golkar bukan sekedar memilih ketua baru, tetapi merupakan momentum untuk melakukan evaluasi terkait kondisi partai dengan paradigma Golkar Baru dibawah kepemimpinan Taufan Pawe sebagai Ketua DPD I Sulsel dan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum.

Abu Thalib kemudian mengaku, sebagai penganut politik moderat dan militan, dirinya berprinsip  “Sami’na wa Atho’na“ terhadap pimpinan, dalam hal ini adalah Ketua DPD Golkar Sulsel, Taufan Pawe (TP).

“Jadi, saya siap bila mendapat restu dari Ketua DPD Golkar Sulsel Pak Taufan Pawe, demi mengkonsolidasi dan membangun partai ini, khususnya di wilayah Bulukumba,” tegasnya.

Legislator Dapil Kajang, Herlang dan Bonto Tiro ini juga memberi perhatian khusus terkait pelaksanaan pemilihan umum anggota legislatif (pemilu legislatif) 2019 lalu, karena partai beringin hanya memperoleh 4 kursi dari 6 kursi dan menjadi partai pemenang dan berbuntut kekalahan juga dalam kontestasi Pilkada Bulukumba.

Dia mengakui, hal ini menggambarkan adanya persoalan sehingga berdampak terhadap perolehan suara di Pileg lima tahunan, khususnya di Bulukumba yang tidak maksimal. Makanya, hal itu harus dijadikan pelajaran bagi semua kader Golkar baik di tingkat DPD II hingga kecamatan dan Kelurahan/desa.

“Betul kemarin (Pileg 2019) dan Pilkada 2020 memang tidak optimal, kita harus belajar dari kemarin untuk memperbaiki ke depannya. Nah, mulai sekarang ini harus kita perbaiki sama-sama agar di Pemilu 2024 bisa maksimal. Kita perlu konsolidasi dan rekonsiliasi mulai Musda ini,” jelas Thalib.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *