Anggota TNI-POLRI Gorontalo Amankan 50 Galon Miras Dari Sulut

oleh

1,5 ton cap tikus saat diamankan petugas TNI/POLRI,(foto thoger).

Gorontalo, Suaralidik.com – Anggota tim intel Korem 133 Nani Warta Bone dan dibantu pihak kepolisian Polres Gorontalo berhasil menggalkan 50 galon Minuman Keras (miras) merek cap tikus, pada Minggu 18/11/2018.

Rencananya miras yang pasok dari Desa Motoling Kecamatan Amurang Kabupaten Minahasa Selatan (minsel) Sulawesi Utara (sulut) ini akan diedarkan diseputaran Gorontalo.

Mobil Pick UP Grandmax dengan nomor polisi DM 8439 AD yang dikendarai Anjar mayang (26) dan Yahya Jailani (28) warga Desa Isimu Raya Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo ini dicegat oleh petugas saat melintas di jalan trans sulawesi Desa Huidu Kecamatan Tomilito Kabupaten Gorontalo Utara.

Saat diperikasa oleh petugas ternyata mobil pick up tersebut mengankut miras sebanyak lebih kurang 35 karung miras. Untuk menghilangkan bau agar tidak menyebar, pelaku menaburkan kopi bubuk diatas karung dan ditutup rapat mengunakan terpal.

Kasat Narkotika dan Obat Terlarang (narkoba) Polres Gorongalao AKP Leonardo Widharta S.ik kepada awak media mengatakan, pihaknya sudah menaruh curiga dan mengincar mobil tersebut.

“Kami juga sudah mengincar kendaraan itu, hanya saja kemarin telah ditemukan oleh anggota TNI, barang haram tersebut dipasok dari Amurang. Kami menyimpulkan, untuk menghindari petugas mereka lewat pada siang hari,”kata Kasat didepan kantor sat narkoba senin 19/11/2018.

Untuk saat ini petugas masih melakukan pengembangan mencari siapa pemilik barang haram tersebut melalui kedua sopir mobil pick up.

“Saat ini kami masih menelusuri siapa pemilik barang, sehingganya kami masih mendalami melalaui BAP awal dulu dari kedua sopir, dari situ kita akan peroleh keterangan siapa pemilik barang ini,”tegas AKP Leonardo.

Sedangkan untuk barang bukti sendiri pihaknya masih menunggu petunjuk dari kapolres. Dan sangsi sediri kasat mengaku hanya bisa melakukan penyitaan dan pemusnahan.

“Kami masih menunggu perintah bapak kapolres, mungkin bulan 12 akan dilakukan pemusnahan miras. Sedangkan untuk pelaku kita tidak bisa menjerat karena kita terkendala dengan Perda yang berlaku di provinsi Gorontalo maupun di Kabupaten jadi kita hanya perlakukan proses tipiring kita sita dan kita musnakan,’tutup AKP Leonardo Widharta S.ik,(***Rollink).