50 Mahasiswa Pertambangan UPRI Praktek Peledakan di Bosowa Semen

oleh
Mahasiswa Pertambangan UPRI
Mahasiswa Pertambangan UPRI Makassar Praktek Peledakan di Bosowa Semen,Rabu (22/11/2017)

MAROS,suaralidik.com – Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) Makassar, salah satu perguruan tinggi swasta di Makassar yang memiliki jurusan favorit, Teknik Pertambangan berkunjung ke pabrik PT Semen Bosowa Maros (Bosowa Semen), Rabu (22/11). Kunjungan mereka dalam rangka praktek peledakan di pabrik Bosowa Semen.

Mahasiswa Pertambangan UPRI
Mahasiswa Pertambangan UPRI Makassar Praktek Peledakan di Bosowa Semen,Rabu (22/11/2017)

Kunjungan UPRI ini secara rutin dilakukan yang berbaur tentang pertambangan. Apalagi Bosowa yang merupakan salah satu perusahaan tambang di Sulawesi Selatan yang memproduksi semen ke seluruh Indonesia.

Dosen UPRI, Kasmira, ST, MT mengatakan kegiatan ini akan terus berlangsung untuk para mahasiswa Teknik Pertambangan yang telah memprogram mata kuliah Peledakan. Ia menambahkan kegiatan ini dibagi lima tahap, tahap pertama dengan jumlah peserta 50 orang.

“Jadi mahasiswa kami akan betul-betul diajarkan proses peledakan di dalam suatu perusahaan, agar kinerja mereka lebih profesional lagi. Terimakasih banyak kepada Bosowa Semen” ujarnya.

Mahasiswa pun diterima oleh kru Safety Bosowa Semen. Mereka diinduksi atau perkenalan tentang APD (Alat Pelindung Diri). Serta keselamatan kerja bagi karyawan yang ada di perusahaan.

“Semua perusahaan tambang di Indonesia wajib memperhatikan masalah safety pekerja dan selebihnya kita serahkan kepada Sang Pencipta,” ujar kru Safety Tambang PT Bosowa Semen Maros, Safaruddin.

Setelah diinduksi, peserta pun melihat langsung proses pencampuran bahan peledak serta proses pemasangan bahan peledak di lokasi rencana peledakan. Hal ini untuk mengimplementasikan ilmu yang didapatkan selama di perkuliahan di Fakultas Teknik Pertambangan UPRI. Serta dapat bermanfaat dalam dunia kerja khususnya di bagian peledakan.

Suci Fatmawati, mahasiswi Teknik Pertambangan UPRI Makassar mengatakan “kegiatan ini mesti dimanfaatkan dengan baik untuk belajar. Meskipun hujan deras namun semangat para mahasiswa tidak surut”. Ungkapnya (Amirullah)