Pengusaha Ayam Pedaging Asal Bontotiro Siap Bertarung di Pemilu 2019

oleh
Photo : Pengusaha ayam Ali Hamsah siap bertarung di daerah pemilihan, 4 yang meliputi Kecamatan Kajang, Bontotiro melalui partai PPP, dengan nomor urut 1

BULUKUMBA, Suaralidik.Com – Sosok pengusaha muda  Ali Hamsah, siap menggebrak panggung politik Bumi Panrita Lopi Bulukumba.

Sebagai pengusaha ayam yang juga tercatat sebagai  ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Kecamatan Bontotiro,  Ali Hamzah  dielus-elus untuk maju ke Pemilihan Legislatif 2019.

Menurut suami  Ny  Nurhaya itu, dirinya  maju karena  ingin mewakili aspirasi rakyat dibidang peternak ayam, budi daya ikan. Alasan mendasarnya, Ali Hamzah melihat dan mendengar keresahannya  masyarakat.

Hal lain adalah rakyat  masih membutuhkan perhatian, seperti halnya penyiapan lapangan kerja, beserta peningkatan pendapatan warga.

“Mudah-mudahan saya terpilih dan apa yang menjadi titipan masyarakat kepada saya, bisa saya perjuangkan nantinya serta saya juga tegaskan tak akan melupakan masyarakat bila nantinya saya duduk,” katanya.

Sementara itu, salah satu warga Basman menurut pandangannya dari sekian banyak caleg, dia mengharapkan  Ali Hamzah bisa lolos di Pileg 2019.

Alasan Basman suara pak ali menyeluruh, bahkan jaringan mitra ternak dan budi daya sudah terbangun sejak 10 tahun yang lalu di 3 Kecamatan Kajang, Herlang, Bontotiro.

“Sudah cocok memang jadi wakil rakyat, dengan pertimbangan bahwa beliau memikiki jiwa sosial tinggi dan loyalitas,” tuturnya.

Basman  pun menceritakan, Ali Hamsah orangnya peduli kepada masyarakat dan keluarganya. Bahkan sudah 10 tahun telah memperkerjakan masyarakat yang membutuhkan pekerjaan, secara tidak langsung telah mengurangi pengangguran.

Sekedar diketahui, Pak Ali Hamsah bertarung di daerah pemilihan, 4 yang meliputi Kecamatan Kajang, Bontotiro melalui partai PPP, dengan nomor urut 1.

Sebelumnya, Ali Hamsah memulai karirnya dari Sopir pete-pete (Angkot), terus mengadu nasib di Malaysia perusahaan besi, setelah itu kembali ke kampung, dengan melanjutkan usaha sebagai perternak ayam dengan modal hasil gaji dari perantauan.(***iswanto)