Kondisi sekolah Memprihatinkan, Dana Bos SMPN 1 Way Pengubuan Disorot

oleh -
Foto : Kepsek Karyono

LAMPUNG, Suaralidik.Com – Program dana BOS dari Pemerintah seharusnya bisa memperbaiki sarana dan prasarana sekolah smpn 1 way pengubuan

Pasalnya saat team investigasi kroscek langsung ke lokasi, melihat kondisi sarana dan prasarana sekolah sangat miris, kemanakah alokasi dana bos tersebut.

SMKN 1

Diketahui, karyono selaku kepala sekolah SMPN 1 WAYPENGUBUAN, telah lima tahun memimpin sekolahan tersebut tidak adanya perubahan meningkat di SMPN 1 Way Pengubuan  dibawah kepemimpinan karyono.

Dikatakan, sumber yang juga merupakan guru di sekolah tersebut mengatakan, penyerapan anggaran dana bos tidak direalisasikan secara maksimal.

“Bagaimana mau maksimal, coba silahkan kalian konfirmasi langsung ke bendahara dan komite, apakah mereka dilibatkan langsung terkait anggaran dana bos, karena selama ini tidak pernah dirapatkan oleh kepala sekolah, ” ujar nara sumber yang tidak bisa disebutkan namanya.

Terpisah, saat wartawan Suaralidik.com mengkonfirmasi kepala sekolah SMPN 1 WAY PENGUBUAN, Karyono menjelaskan, terkait realisasi anggaran dana bos tahun 2018, sudah diserap per triwulannya, dengan total jumlah anak didik 187 siswa.

Foto : Kondisi SMPN 1 Way Pengubuan

Lebih lanjut Kepsek menerangkan, triwulan ke-I sejumlah Rp 37 juta, dan triwulan II sampai triwulan IV masing-masing sejumlah Rp 72 juta rupiah.

Untuk rinciannya, Karyono mengaku banyak yang lupa, namun yang diingat yaitu anggaran untuk gaji guru honorer berjumlah 4 orang guru sekitar 5 juta rupiah per Triwulan.

Selanjutnya untuk perawatan pengecatan tembok sekolah dianggarkan Rp 1 juta rupiah sudah sama tukangnya, anggaran listrik sekolah didua titik berjumlah Rp 1 juta dan Rp 500 ribu rupiah per triwulan, biaya pembayaran fasilitas modem berjumlah Rp 300 ribu rupiah per triwulan, untuk biaya ATK 1 Juta 500 per triwulan, sedangkan rincian realisasi yang lainnya karyono mengaku banyak yang lupa.

” Waduh saya lupa mas, karna banyak item nya, semua anggaran dana bos 2018 sudah direalisasikan untuk menunjang sarana dan prasarana sekolah sesuai anggaran yang diterima, ” jelas karyono saat dikonfirmasi diruangannya.

Reportase dibeberapa titik, banyak fasilitas sekolah yang jauh dari kata memadai. Diduga realisasi penyerapan dana bos tidak dilakukan maksimal, lantaran banyak sekali setiap titik gedung sekolah yang rusak, baik dari plafon atap sekolah, jendela yang tanpa kaca, bangku dan meja siswa hingga sarana WC sekolah yang jauh dari kata layak.

Diduga dampak anggaran dana bos 2018 yang tidak direalisasikan secara maksimal ini dapat dikhawatirkan merugikan negara dimohon aparat penegak hukum mengaudit SMPN 1 WAY PENGUBUAN pungkasnya.(***edo)