Lidik Pro Bulukumba Mengatur Jadwal Demo Depan Polres Bulukumba

oleh -

Bulukumba, Suaralidik.com – Ketua Badan DPD Lidik pro Bulukumba yakni Syamsir Halik mengungkapkan bahwa ada beberapa persoalan kasus yang terjadi di Bulukumba telah kami surati Polres Bulukumba dan kamipun belum mendapatkan sampai sejauh mana tindak lanjut perkara tersebut dan dari beberapa kasus kami mendapatkan Kasus unik yang butuh pengkajian penyelidikan dalam perkara tersebut dan tak boleh dibiarkan begitu saja. (26/06/2019).

Hari ini saya akan mengungkapkan 3 Kasus yang sedang kami kawal yaitu pertama kasus penipuan Dengan cara pernikahan ada dua pelapor dengan Kasus yang sama dan yang ketiga kasus penganiayaan dibawah umur dengan cara bersama -sama.

Pernikahan yang kita sadari di Indonesian timur adalah Suku bugis dan Konjo yang dimana identik pernikahan dengan mahar Uang panai (biaya pernikahan) mempersunting wanita Dengan biaya yang mahal bahkan telah menjadi pembahasan terpopuler diperfileman, facebook, Wa dan Instagram tetapi kadang kala sebagian oknum masyarakat menyempatkan pernikahan dengan cara menipu, bayangkan jika pernikahan telah terlaksana namun wanita yang telah dipersunting tak menjalankan kewajibannya selayaknya seorang istri dengan alasan dipaksa oleh orang tuanya untuk menikah dan mencintai lelaki lain selain suaminya, dengan ungkapan siap cerai.

Anehnya pihak lelaki melaporkan tidak pidana penipuan namun pihak Polres belum ada respon dengan kasus tersebut, kami lembaga yang mendampingi kasus tersebut telah membuat kronologis perkara Kasus yang dialami pelapor dan kami membutuhkan hasil respon pihak Polres Bulukumba.

Dimana kronologi kasus penipuan pernikahan yang kami kawal Ada dua kasus pertama warga dari gantarang yakin pelapor atas nama Alwi dirinya anak yatim baru pulang dari perantauan dengan hasil kerja keras menjadi TKI membawa hasil keringat Seratus juta lebih untuk menikah dan untuk biaya sekolah adiknya tetapi dirinya tertipu dengan pernikahan yang dijalaninya ternyata setelah pihak Polres menolak laporan dan digiring kepengadilan Karena bukan ranah Polres jika Kasus seperti itu makanya pihak pelapor mengajukan perdampingan kelembaga kami untuk melakukan Investigasi ternyata pihak wanita ada unsur kuat melakukan penipuan Karena dari hasil Investigasi yang ditangan langsung oleh Ketua BINPRO (Badan Investigasi Nasional Lidik Pro) yakni Harianto Syam sangat akurat dalam temuannya dan pernah mengatakan kepada kami siap audiens masalah Kasus ini. dan kasus yang kedua sama Kasus yang dialami lelaki Alwi dirinya atas nama Wandi pemuda Desa Seppang Kec, Ujungloe Kab. Bulukumba kedua orang tuanya bekerja dikampung orang dan menikahkan anaknya namun tertipu juga seperti yang dialami Alwi pihak keluarganya jika menceritakan masalahnya air mata berlinang begitu saja. Dan kamipun disupport oleh pemerintah kepala Desa agar Kasus seperti ini ada jalan keluar supaya ada efek jerah dari pelaku dan akan menjadi sample laporan dikantor Desa jika ada perkara baru.

Kasus ketiga adalah penganiayaan dibawah umur yang dialam oleh Muh. Mavzan Almubarok hingga saat ini belum ada penahanan oleh pelaku dan pelakunya Masih bebas berkeliaran, mengingat kejadian yang terjadi pengadilan Negeri Bulukumba antara pihak kepolisian dengan masyarakat saling ricuh itu karena sebelumnya Ada laporan polisi yang lamban dalam penanganannya. dan untuk menghindari tragedi panas seperti itu maka pihak keluarga korban penganiayaan secara bersama-sama akan mengadakan aksi demo depan Polres Bulukumba.

Sementara kami menunggu perintah Ketua DPD Bulukumba, Ketua BINPRO dan sebagai PLT jabatan Ketua DPP tenggara yakni Harianto Syam akan jadwal Demo depan Polres Bulukumba, selain itu kami dari tim Ketua badan daerah akan meminta izin demo depan Polda Sulusel Makassar. (Andank Syam)