9 maret 2016 ,Saksikan Gerhana Matahari Total dengan mata telanjang

oleh

Suaralidik.com News : Indonesia saat ini sedang demam Gerhana Matahari Total (GMT) yang menurut LAPAN, akan terjadi pada 9 maret 2016 di beberapa titik wilayah Indonesia dari barat sampai ke timur.

“GMT kali ini akan terjadi di wilayah-wilayah tertentu yang kebetulan sebagian besar terjadi di daratan di wilayah Indonesia, seperti sebagian wilayah Sumatera, Bangka, Kalimantan, serta Sulawesi, yang nantinya akan berakhir di Hawai,” ujarnya. Wilayah lintasan terjadinya gerhana digambarkan dalam wilayah elips dengan jalur sempit sekitar 100 sampai dengan 150 Km.

Kejadian tersebut menyedot perhatian masyarakat dunia untuk mendatangi negeri ini melakukan pengamatan. Masyarakat modern saat ini sangat tertarik dengan fenomena tersebut, sehingga dari aspek ekonomi, hal ini menjadi salah satu daya tarik wisata “.


Mitos Gerhana Matahari

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, gerhana matahari merupakan peristiwa sakral dan tak sedikit yang menganggapnya sebagai awal dari datangnya bencana. Hal tersebut diceritakan oleh Thomas Djamaluddin kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)

“Orang-orang berpikir matahari sedang ditelan oleh buto ijo, jadi banyak warga yang mukul bambu agar raksasanya takut,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, kala peristiwa itu terjadi banyak anak-anak malah kegirangan melihat orang dewasa berlomba-lomba memukul bambu. “Kita yang masih kecil, senang-senang saja karena dikira ada pesta. Karena kita tidak diperbolehkan memukul bambu, jadinya kita saling menabrakan kuku masing-masing,” tutupnya.

Sementara itu, Muhammad Rayhan, pengamatan gerhana, mengupas berbagai mitos yang membayangi peristiwa gerhana. Untuk itu, ia mengajak masyarakat berbagi pengetahuan untuk mengamati peristiwa GMT agar terbuka wawasan dalam memahami fenomena alam tersebut. “Dulu, orang beranggapan bahwa matahari adalah dewa, jika sampai matahari tertutup oleh kegelapan, berarti matahari sudah dikalahkan oleh makhluk jahat, dan sebagainya. Sehingga, orang-orang akan serempak menolak aura jahat tersebut dengan membunyikan kentongan, dan yang lainnya. Ini terjadi saat ilmu pengetahuan belum memberikan jawaban, lain halnya dengan sekarang”.

Apakah benar, menyaksikan gerhana matahari harus pakai kacamata?

Kepala LAPAN mengatakan, yang benar adalah cahaya yang dipancarkan oleh matahari pada saat gerhana sama dengan cahaya yang dipancarkan sehari-hari, sehingga anggapan itu tidak benar. Namun, ia menyarankan untuk mengamati beberapa saat saja, jangan berlama-lama dan dipaksakan.

GMT hanya dapat diamati dari daerah yang dilintasi bayangan umbra bulan. Peristiwa GMT di sebagian besar wilayah di Indonesia dapat diamati dengan prosentase terjadinya gerhana mencapai 60-90 persen. GMT ini diperkirakan terjadi pada pagi hari dimulai dari Pukul 6.00 WIB.

Lain halnya dengan pendapat pakar dari ITB, Premana W. Permadi. GMT ini ia istilahkan sebagai peristiwa tertutupnya seluruh piringan matahari, sedangkan yang nampak justru korona atau mahkotanya, di mana mahkota tersebut biasanya tersembunyi. Bagaimana dampaknya bagi kehidupan di bumi? Yaitu defleksi atau pembelokan lintasan cahaya. Lalu apakah ada anomali grafitasi ketika GMT? Hal ini yang masih memerlukan penelitian dan kajian lebih mendalam, karena sejauh ini masih terjadi silang pendapat terkait hal tersebut. Namun GMT tentunya akan sangat berdampak bagi negara atau wilayah yang sangat bergantung sumber energinya menggunakan pembangkit listrik tenaga surya, salah satunya Amerika Serikat.

Banjir wisatawan di 11 provinsi untuk saksikan GMT 2016

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyebutkan bahwa 11 Provinsi di Indonesia akan mengalami Gerhana Matahari Total (GMT) pada 9 Maret 2016, dan menjadi tempat terbaik di dunia untuk memantau fenomena alam tersebut.

Jalur GMT 2016, menurut Thomas, akan bermula di Palembang (Sumatera Selatan), Bangka Belitung, Sampit dan Palangkaraya (Kalimantan Tengah), Balikpapan (Kalimantan Timur), Palu, Poso, Luwuk (Sulawesi Tengah), Ternate dan Halmahera (Maluku Utara), Sulawesi Barat, Bengkulu, Jambi, Kalimantan Barat.

Sedangkan mereka yang berada di Kota Padang (Sumatera Barat), Jakarta, Bandung, Surabaya, Pontianak, Denpasar, Banjarmasin, Makassar, Kupang, Manado, dan Ambon akan bisa menikmati fenomena gerhana matahari sebagian.

Lama GMT antara 1,5 hingga tiga menit, dan menurut dia, semakin ke timur akan semakin lama. Waktu GMT di wilayah Indonesia bagian barat terjadi pada sekitar pukul 06.20, di wilayah tengah sekitar pukul 07.25 WITA, dan di wilayah timur sekitar pukul 08.36 WIT.

Para pemburu GMT seperti astronom, fotografer, dan ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan dari berbagai negara, menurut dia, telah merencanakan mengunjungi Indonesia, khususnya ke daerah yang dilintasi GMT 2016.

Sehingga ia memastikan akan banyak pelajaran penting yang bisa diambil dan disempurnakan untuk memberikan manfaat besar bagi Indonesia terkait mencerdaskan masyarakat serta meningkatkan pariwisata untuk memperkenalkan potensi budaya dan alam Indonesia kepada wisatawan.

Sementara itu, bagi LAPAN dan ilmuwan di keantariksaan, ia mengatakan fenomena tersebut penting untuk menggali potensi nasional khususnya di bidang astronomi.

Wakil Presiden Jusuf Kalla ingin menyaksikan GMT 2016

Seperti dikutip dari detik.com, Gerhana matahari yang melintasi lebih dari 10 provinsi dari bagian Indonesia barat hingga timur ini menurut JK membawa dampak positif bagi dunia pariwisata juga sisi keilmuan. Momen langka ini menurut JK juga membuat tingkat hunian hotel di sejumlah daerah sudah penuh.

“Pasti lebih banyak pariwisatanya, ilmuwan, cuma tadi baru telepon semua hotel mau Palu mau Ternate waduh (penuh), yang menarik (menyaksikannya) di Ternate dan Palu, (tetapi hotel) sudah dipesan sejak tahun 2014,” imbuhnya.

JK mengaku berminat menyaksikan langsung gerhana matahari total. Namun saat ini dirinya harus mencari dulu ketersediaan tempat penginapan. “Nantilah diatur baru mau cari tempat yang ada hotelnya,” sebutnya.

Gerhana matahari tahun ini menjadi menarik karena hanya melintasi Indonesia. Banyak para pemburu gerhana yang rela datang jauh-jauh dari berbagai negara untuk bisa menyaksikan gerhana di Indonesia.