A. Fahmi Muslih, Menulis puisi ‘Juru Bicara Sarira’

oleh

*Juru Bicara Sarira*

Lihatlah lantang suaraku dalam diam
menyelami dasar jurang jeram mata
paling dalam, paling rumit ditafsirkan
tak sekedar menyemai kecap lidah
perut beduk gendut yang kelaparan.

Berhentilah memalingkan muka
dari tempat orang-orang gentayangan
menanamkan kepala bayi dalam bak mandi
merundukkan kening saat berjalan
melakoni rupa yang pura-pura bisu.

Setiap pagi, basuhlah kaki-kaki ibumu
dengan kembang memesona di luar rumah
hingga lahir peringai yang menawan.

Pada drama peperangan kolosal,
senjata adalah alat perundingan terakhir
sedangkan perihal badal telatah diri,
“Budi pekerti adalah juru bicara yang bersih”,
tutur guru kami, KH. A. Musthofa Bisri.

Yogyakarta, 2017

A. Fahmi Muslih. Nama sebenarnya adalah Aniq Fahmi, sedangkan nama Muslih diambil dari nama ayahnya. Ia lahir di Pati Jawa Tengah pada 11 Juni 1991. Saat ini tinggal di Krapyak Yogyakarta. Penikmat sastra yang sekarang ini sedang giat menulis puisi. Kritik dan saran atau sekedar ingin berdiskusi dengannya, silakan menghubungi via WA 085866855803.