Abdul Kaab Benarkan Nadira Pemilik Tanah Di Dusun Kantisang, “Itu Penyidiknya Main Dua Kaki”

oleh
Nadira Binti hasan bersama saudaranya Ansar Bin Hasan memperlihatkan dokumen-dokumen terkait bukti pembelian dan Laopran Polisi kasus penggelapan tanah miliknya - ANDI AWAL/SUARALIDIK

BULUKUMBA,SUARALIDIK.com – Kasus Penggelapan Atas Barang Tidak Bergerak yang dilaporkan oleh Nadirah Binti Hasan (45) warga Kantisang Dusun Borong Desa Balibo Kecamatan Kindang Kabupaten Bulukumba dengan tersangka Hajjah Caddi Binti Lahajji yang menjual tanah milik Nadira yang telah dibeli dari kerabat Hajjah Caddi namun oleh Hajja Caddi selaku pemilik pertama kemudian menjualnya kembali kepada orang lain, di benarkan oleh Abdul Kaab Hashar, mantan Kepala Desa Balibo Kecamatan Kindang yang kini menjadi Wakil rakyat di DPRD Bulukumba.

Abdul Kaab Hashar yang pada masa jabatannya sebagai Kepala desa, membenarkan perihal jual beli sebidang tanah yang dilakukan oleh Sulkarnain Bin Rahman bersama Sapri Bin Rahman kepada Nadirah dan saudaranya Ansar pada Bulan Januari 2011 silam. Kepada Redaksi SuaraLidik.com, Abdul Kaab yang kini menjadi anggota DPRD Bulukumba tersebut bercerita panjang lebar persoalan yang sementara dialami oleh Nadirah tersebut.

Terkait : Buta Hukum, Nadirah dan Ansar di Tipu Mentah-Mentah oleh Hajjah Caddi di Kindang

Panjang dan indah ceritanya itu Ndik, awalnya tanah tersebut digadaikan pada tahun 1999 dan waktu itu yang menjadi Kepala Desa adalah H.Syamsudin alias Haji Samo’. Awalnya tanah tersebut digadaikan kepada orang lain oleh Hajjah Caddi, namun karena waktu itu anaknya mau menikah dan butuh dana, Hj.Caddi ini menjual tanah yang digadai tersebut kepada Abdul Rahman ( orang tua Sapri & Sulkarnain), seharga Rp 5 juta, dan setelah selesai masa gadainya , tanah tersebut memang menjadi milik Rahman. Abdul Rahman pada tahun 2008 meninggal dunia, maka istri bersama anaknya yaitu tadi Sulkarnain dan Sapri menjual tanah tersebut pada Tahun 2011 kepada saudari Nadirah seharga Rp 110 Juta, itu saat saya menjadi Kades dan pembayarannya selama 3 kali dan saya menyaksikan sendiri ” tutur Kaab.

Nadira Binti hasan bersama saudaranya Ansar Bin Hasan memperlihatkan dokumen-dokumen terkait bukti pembelian dan Laopran Polisi kasus penggelapan tanah miliknya - ANDI AWAL/SUARALIDIK
Nadira Binti hasan bersama saudaranya Ansar Bin Hasan memperlihatkan dokumen-dokumen terkait bukti pembelian dan Laporan Polisi kasus penggelapan tanah miliknya – ANDI AWAL/SUARALIDIK

Kaab lanjut menambahkan bahwa masih pada tahun 2011, Hajjah Caddi menjual tanah tersebut kepada Ambo Enre dan waktu itu Ambo Enre menemui dirinya untuk meminta tanda tangan penyaksian jual beli tanah tersebut namun dirinya menolak dengan alasan tanah tersebut kenapa dibeli padahal masih milik Nadirah.

Ambo Enre yang membeli tanah dari Hj.Caddi menemui saya minta tanda tangan,namun saya tolak. Beberapa bulan kemudian tanah itu sudah dikuasai oleh Ambo Enre dimana dalam surat permufakatan yang menyaksikan adalah mantan kades, H.Samo, dari situ saya kemudian memanggil H.Samo untuk meminta klarifikasi karena tanah itu milik Nadirah. H.Samo membenarkan hal tersebut bahwasanya dia menyaksikan jual beli dari Hj.Caddi ke Ambo Enre, saya sampaikan bermasalah ki itu pak Mandes ( mantan desa-red) lalu kemudian saya buatkan Surat Panggilan kepada semua pihak termasuk Hj.Caddi dan H.Samo dan membuatkan Surat Pernyataan bahwasnya yang menyaksikan juak beli tersebut benar adalah H. Syamsuddin /H.Samo ” ujar Kaab

Pada saat dirinya selesai menjabat sebagai Kepala Desa dan Maccaleg, Kaab mengakui tidak sempat lagi mengawal kasus Nadirah tersebut dan baru pada saat dirinya masuk ke Legislatif, menemui Nadirah dan menanyakan sampai dimana proses kasusnya.

Saudari Nadirah ini bercerita panjang lebar kalau kasusnya terbengkalai karena diambil alih oleh Penyidiknya yang masih keponakan dari Nadirah, saya minta dia jujur dan mengakui kalau telah dimintai sejumlah dana oleh Penyidik tersebut yang berinisial SYM, saya curigai ada kongkalikong antara Ambo Enre yang juga termasuk bermodal ini bersama Hj.Caddi dan SYM. Kenapa kasus yang dilaporkan pada Tahun 2011 baru bulan Maret 2016 di limpahkan ke Kejaksaan setelah saya tanya itu penyidiknya. Terus terang Ndik, saya katakan SYM ini ‘main dua kaki‘ dan melihat keluarganya tersebut ( Nadirah) orang lugu yang bisa di kelabui setiap saat dan Insya Allah saya akan dampingi Nadirah di Persidangan keduanya ” ucap Abdul Kaab, Jumat (9/9/2016) kepada Redaksi SuaraLidik.com

Reporter ; muhardi/andiawal

Redaksi SuaraLidik ; andi awal