Ada Untuk Tiada Puisi Karya Darah Mimpi

oleh

Hari ini, ia masih memberimu satu senyuman lugu
Tiap pagi kau dapati meja makan terisi semangkuk cinta dari jiwa lapang
Gigilmu meringkuk ketakutan, tak mampu berkuasa ketika jemarinya menarik kehangatan
Masa depan dibangunnya dengan rapalan doa-doa
Hidupnya adalah kedua, yang pertama dirimu
Maka ia rela pencernaannya diamuk lapar, asalkan kau kenyang
Ia membungkuk di bawah surya dan dahaga mengamuk


Hujan berlinang dari airmata Tuhan, ia tidak berteduh, berpayung wajahmu yang kaya impian
Punggung dijadikannya perusahaan laba, lelah adalah selendang yang mengangkut sejarah perjuangan.
Baginya, kau adalah raja
Namun pernahkah engkau berpikir jika esok merenta? Siapakah yang akan menyiapkanmu sarapan? Sementara jasadnya tertimbun kubur.
Takdir tak mampu kau pungkiri, adanya masa untuk menjemput tiada, sebagaimana ia yang kini masih mengecup keningmu di malam-malam hampa.
Detakkan detikmu sebaik mungkin, jagalah ia sebagaimana udara yang menghidupkan.

Darah Mimpi

Magelang. 1 September 2017.


Abdul Nazaruddin

Rujadi

H.Askar

Harris Pratama