AGH Sanusi Baco Bawakan Tausiah Diacara Halal bi Halal Universitas Islam Makassar

oleh

SUARALIDIK.COM, Makassar – Anregurutta M Sanusi Baco membawakan tausiahnya pada kegiatan Halal bi Halal Universitas Islam Makassar, Senin (03/07/2017) di Auditorium UIM Jl Perintis Kemerdekaan Km 9.

Anregurutta M Sanusi Baco membawakan tausiahnya pada kegiatan Halal bi Halal Universitas Islam Makassar

Dalam tausiyahnya, Anregurutta M Sanusi Baco mengatakan Kata hidayah terbagi tiga, yakni Hidayah dilalah petunjuk yang diberikan oleh Allah untuk hambanya tentang ajaran Agama atau syariat Islam. Kedua, Hidayah taufiq petunjuk yang diberikan oleh Allah untuk hambanya berupa pengetahuan Agama serta diberikan kemampuan untuk mengamalkannya, dan Ketiga, Hidayah maunah yang berarti pertolongan Allah kepada hambanya berupa kekuatan untuk mengamalkan secara terus menerus apa yang diketahuinya.

Selain itu AGH Sanusi Baco, mengungkapkan tengang makna dan kebiasaan yang dilaksanakan Umat Islan Indonesia ketika menghadapi 1 Syawal (Idul Fitri), yakni, mengucapkan Minal ‘Aidin Wal Faidzin, melaksanakan Silaturrahim, dan Halal bi Halal.

Pertama, makna Minal ‘Aidin Wal Faidzin yang mengandung do’a dan harapan yang kita ucapkan kepada seluruh keluarga, tetangga, dan umat Islam pada umumnya yang biasanya diucapkan setelah melaksanakan Sholat Id serta berharap kepada Allah Swt, untuk kembali menemukan kesucian, kembali fitrah, kembali menemukan kebenaran. Ujarnya.

Semoga kita semua yang telah menjalankan ibadah Ramadan sebulan penuh, mendapatkan kesucian sebagaimana bayi yang baru dilahirkan.

Kedua, Silaturrahim adalah salah satu ajaran inti Agama Islam, Rasullullah SAW berkata “Siapa yang ingin umurnya diperpanjang dan reskinya diperbanyak, hendaklah ia melaksanakan Silaturrahim”, secara bahasa Sila artinya menyambung, Rahim artinya tempat dikandungnya janin, tetapi secara luas makna dari kata Silaturrahim adalah menyambung tali persaudaraan yang telah putus.

Ketiga, Halal bi Halal bermakna adanya keseimbangan mau memberi maaf dan mau menerima maaf, kalau tidak seimbang berarti Halal bi Haram, kemudian dari segi bahasa Halal bi Halal bermakna menyelesaikan segala masalah, meluruskan tali yang kusut, dan mencairkan air yang beku. Momentum hari ini jadikanlah semua masalah menjadi selesai, memperbaiki yang kusut, dan mencairkan suasana yang beku.

Tak hanya itu Halal bi Halal bermakna keseimbangan antara meminta maaf dan memberi maaf, olehnya itu tidak kenal lagi kalimat “Tidak ada maaf bagimu”, tetapi marilah saling menghalalkan satu sama lain. Tambahnya.

Jauhilah sifat tercela ini, yaitu ketika mencari kejelekan orang lain membutuhkan waktu yang lama, tetapi untuk mencari kejelekannya membutuhkan waktu yang sedikit, olehnya itu momentum halal bi halal hari ini jauhilah sifat seperti ini, karena pada dasarnya manusia.

Tampak hadir Rektor UIM Majdah Agus Arifin Nu’mang, Para Wakil Rektor, Pimpinan Fakultas serta Pascasarjana, Seluruh Pegawai, Dosen Yayasan serta Dpk, dan utusan mahasiswa UIM. [And|Red3]