Agus Arifin Nu’mang Melayat Tengah Malam ke Balla Lompoa Doakan Raja Gowa

oleh
Agus Arifin Nu'mang
Agus Arifin Nu'mang

Gowa, suaralidik.com – Innalilahi Wainnaa ilaihi Rojiun. Masyarakat Kabuputen Gowa beduka. Raja Gowa ke-37, Andi Maddusila Daeng Manyonri Karaeng Katangka Sultan Alauddin II, meninggal dunia.

Mantan Wakil Gubernur Sulsel dua periode, Agus Arifin Nu’mang, turut datang bersama rombongannya untuk mendoakan Andi Maddusila, sebagai penghormatan terkahir kepada Raja Gowa ke-37 teraebut.

“Semoga amal dan ibadah Alamarhum Andi Maddusila, Raja Gowa ke-37, diterima Allah SWT dan mendapat tempat yang layak di sisinya. Serta keluarga dan kerabat diberi ketabahan,” kata calon gubernur Sulsel ini.

Agus AN yang langsung datang ke Balla Lompoa usai melaksanakan Salat Tarwi mengatakan, Almarhum Andi Maddusila adalah salah satu tokoh Sulsel yang cukup berpengaruh. Memiliki kepribadian yang bagus di mata masyarakat.

“Andi Maddusilah adalah tokoh yang berjiwa besar. Almarhum sangat dihormati oleh raja-raja yang ada di Nusantara,” ujar mantan Ketua DPRD Sulsel ini.

Di tempat Almarhum bersemayam malam tadi, tak nampak calon gubernur Sulsel selain Agus AN. Hadir juga Plt Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono, bersama beberapa pejabat pemprov.

Sekedar diketahui, Andi Maddusila Andi Idjo dinobatkan sebagai Raja Gowa oleh Sekretaris Jenderal Forum Keraton se Nusantara, Gunarso G. Kusumodiningrat pada Senin, 17 Januari 2011 sekitar pukul 15.00 Wita bertempat di Perumahan Megasari Jalan Jipang Raya, Makassar.

Acara ini disaksikan sekitar 300 orang dan dihadiri keturunan raja-raja dari berbagai daerah. Di antaranya Bate Salapang Takalar, Tallo, serta Bate Salapang Gowa seperti Tombolo, Lakiung, Parang-parang, dan Akangje’ne.

Andi Maddusila resmi sebagai Raja Gowa ke-37 dengan gelar Andi Maddusila Patta Nyonri Karaeng Katangka bergelar Sultan Alauddin II.

Maddusila lahir pada 9 Juli 1950 di Makassar. Pernikahannya Nurmawati dikaruniai 4 orang anak. 2 laki-laki, 2 dua perempuan. (***Sdn)