Akhir Hidup Puisi Karya Darah Mimpi

oleh

Gigilku retak dalam pelukan sunyi
Hidupku bergelombang ketika badai menghajar tawa remajaku
Dan aku adalah debu dalam cawan yang lama tak dijamah tangan manusia
Merangkul kebimbangan dalam setiap lirik keluh rindu
Merinding khayal kafan dalam timbun mandiri tanah berkawan ular berbisa atau bahkan cambuk malaikat


Hatiku menengadahkan doa dalam mangkuk ketabahan. Ia pikir aku hanya dibusung lelah dalam tampar durjana
Lantas kubangkit dan tersenyum
Akhir hidupku, saat kekasih dalam beranak, dan saat semua citaku tergapai dalam waktu yang tidak buta.
Kini, biarkan kusemikan bibirku yang kering agar mekarnya dibius kebencian.

Darah Mimpi

24 Des 14. Di balik selimut.