Akhirnya Saleh Mengakui Perbuatannya Kalau Dirinya Benar Telah Membunuh Rafika Hasanuddin

oleh
Saleh pembunuh Rafika hasanuddin
Saleh saat berbincang-bincang dengan

Lidik Gowa – Berita tentang pembunuhan Rafika Hasanuddin yang diduga kuat telah dilakukan oleh petugas keamanan perumahan Yusuf Beauty Garden Gowa bernama Saleh banyak menarik perhatian Netizen karena beredar berita bahwa pelaku tidak mengakui perbuatannya dan bahkan pelaku (Saleh) kabarnya dipaksa mengakui hal itu.

Saleh pembunuh Rafika hasanuddin
Saleh saat berbincang-bincang dengan

Saleh yang berusia 43 tahun itu sempat diberitakan dan menjadi perbincangan di medsos jika dirinya ternyata hanya kambing hitam karena dipaksa mengakui sebagai pelaku pembunuhan terhadap Rafika Hasanuddin.

Bahkan Saleh sempat membuat sumpah kepada Istrinya saat dikunjungi oleh keluarganya di Polres Gowa beberapa hari yang lalu.

Kabar yang menjadi perbicangan di medsos ini dinilai sangat keliru,sebab Saleh yang dikunjungi oleh Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol. Dicky Sondany, Jumat siang (27/1/17), sekitar Pukul 14.00 Wita, terang terangan mengakui perbuatannya

Saya ke Polres Gowa guna melihat perkembangan kasus pembunuhan Rafikah. Saya jugamengecek kondisi tersangkan Saleh. Dia dlm keadaan sehat dan sempat kuajak bincang-bincang,” ungkap Dicky.

Menurut perwira polisi berpangkat tiga bunga melati ini, tersangka mengakui segala perbuatannya. Bahkan, ia menyesal telah melakukan perbuatan tersebut.

“Tidak ada pemaksaan terhadap Saleh untuk mengakui perbuatannya. Tidak ada tindakan kekerasan atau penembakkan terhadap saleh,” lanjut Kabid Humas.

Menurut keterangan saleh, papar Dicky, Rafikah orang nya baik dan sopan serta selalu memanggil saleh dengan kata “Om”.

Kini tersangka pembunuh Alumni Mahasiswa Universitas Indonesia Timur (UIT), diancam pasal 339 KUHP.

“Pembunuhan yang disertai atau didahului suatu perbuatan dilakukan dengan maksud memepersiapkan atau mempermudah pelaksanaannya atau melepaskan diri sendiri maupun peserta lainya dari pidana dalam hal tertangkap tangan ataupun untuk memastikan penguasaan barang yang diperolehnya secara melawan hukum, diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau selan waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun penjara,” pungkas Kombes Pol. Dicky Sondany.

Kabar tentang pelaku pembunuhan terhadap Rafika Hanasuddin kini sudah sangat jelas dan benar bahwa Saleh lah pelaku pembunuhan itu. (Irsan/bcht)