Terkait Aksi Cakar Aiptu Sutisna,Keluarga Dora Natalia Membela Saudaranya Melalui Status Instagram

oleh
@instagram

Jakarta – Tindakan pegawai Mahkamah Agung (MA) Dora Natalia Singarimbun yang memaki dan mencakar polisi lalu lintas Aiptu Sutisna pada Selasa lalu (13/12) menuai banyak kritikan dan menjadi viral dan sontak membuatnya di-bully di media sosial.Aksi  .

Melihat banyaknya komentar negatif terhadap Dora Natalia, kerabatnya tidak tinggal diam. Seorang bernama Desi Singarimbun turut memberikan klarifikasi terkait tindakan Dora. Desi mengaku sebagai adik Dora. Di akun media sosialnya, ada foto-foto Desi berdua dengan Dora mengenakan baju KORPRI. Ada juga foto Desi berpose di depan gedung Mahkamah Agung.

@instagram

Desi Singarimbun memberikan pembelaan untuk Dora melalui akun Instagram @desisingarimbun seperti dilihat detikcom, Rabu (14/12/2016). Menurut Desi, kakaknya hanya ingin menegur polisi lalu lintas yang saat itu berada di jalan yang lancar.

Desi mengatakan bahwa polisi yang saat itu bertugas, yaitu Aiptu Sutisna, menghadang dan mengambil kunci tanpa membuat surat tilang. Namun Desi mengakui bahwa Dora memang mudah marah.

“Bapak Ibu yang terhormat terima kasih atas kritikan manisnya, saya hanya ingin sedikit menceritakan kejadian di TKP versi kakak saya Dora Natalia Singarimbun. Kakak saya menegur polisi karena berdiri di jalan yang lancar dan mengatakan ‘Pak, kalau mau mengatur lalu lintas di tempat yang macet jangan yang di jalan yang lancar’, tapi polisi malah menghadang dan mengambil kunci mobil tanpa membuat surat tilang, (memang kakak saya orangnya tempramen),” tulis Desi Singarimbun kemarin, Selasa (13/12/2016).

Desi menulis bahwa sang kakak sebenarnya ingin mengambil kunci mobil namun terlihat seakan sedang mencakar sang polantas.

“Akhirnya kakak saya turun dari mobil dan meminta kunci mobil dan dibuatkan surat tilang kalau memang didapati kesalahan berlalu lintas, tapi si polisi tidak kasih malahan polisi yang satu mengambil kesempatan dengan merekam kejadian di saat kakak saya berusaha menggapai kunci yang dipegang polisi, seolah kakak saya mencakar polisi,” sambungnya.

Dia tidak memungkiri bahwa sang kakak mungkin memiliki kesalahan namun dia berharap masyarakat tidak menghakimi sang kakak.
(nth/tor)