Aksi Unjuk Rasa PMII Cabang Pangkep Dalam Rangka Hari Anti Korupsi Internasional

oleh -
Aksi PMII Pangkep mengajak masyarakat membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan dalam spanduk yang bertajuk “ sejuta tanda tangan menolak korupsi” di Tugu Bambu Runcing Minggu, (09/12/2018)

Pangkep, suaralidik. com-Memperingati Hari Anti Korupsi Internasional, Pergerkaan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pangkep Melakukan Aksi Unjuk Rasa di Depan Tugu Bambu Runcing Kelurahan Padoang-doangang Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep. Minggu sore (9/12/2018).

Penyampaian orasi dilakukan secara bergantian yang dengan koordinator lapangan  Ketua PMII Fadlurahman. Aksi yang  juga menampilkan teatrikal dan  membentangkan spanduk petisi mendukung anti korupsi, serta menyuarakan pemberantasan korupsi di Indonesia khususnya di Kabupaten Pangkep.

Setelah melakukan aksi berkeliling sekitaran tugu bambu runcing untuk mengajak masyarakat membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan dalam  spanduk yang bertajuk “ sejuta tanda tangan menolak korupsi”

Para pengunjuk rasa melakukan pertemuan dan membacakan pernyataan sikap depan Kapolres Pangkep AKBP Tulus Sinaga.

Selanjutnya bertempat di depan Logos Cafe, Kelurahan Padoang-doangang Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep para pengunjuk rasa melakukan pertemuan  dan  membacakan pernyataan sikap depan Kapolres Pangkep AKBP Tulus Sinaga.

Dalam giat Audience tersebut Nampak Kapolres pangkep duduk bersila dihadapan para peserta Aksi sambal mendengar Ketua PMII Cabang Pangkep membacakan pernyataan sikap.

“Secara pribadi saya mendukung apa yang di suarakan mahasiswa dan mengajak para mahasiswa untuk proaktif dengan memberikan informasi terkait perilaku korupsi serta memberi dukungan bilamana ada kasus korupsi yang di tangani penegak hukum. “Ungkap Kapolres.

Pengamanan aksi unjuk rasa dipimpin langsung Kapolres Pangkep AKBP Tulus Sinaga, didampingi Waka Polres Pangkep Kompol Sukri Abham beserta personil gabungan Polres Pangkep sebanyak 104 Orang.

Peserta aksi unjuk rasa satu persatu menyalami pihak pengamanan dan membubarkan diri dengan tertib. (***Syaiful)