banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

Aktivis Lidik Pro Makassar, Kritisi Ketidakpedulian Kadisdik Sulsel Terhadap Korban Guru dan Staf Tenggelamnya KM Ladang Pertiwi

Sekretaris Lembaga Investigasi Mendidik Pro Rakyat (Lidik Pro) Nusantara Kota Makassar, Andi Jaka Malageni, SH.

Makassar, SuaraLidik.com – Insiden tenggelamnya penumpang Kapal Motor (KM) Ladang Pertiwi yang memuat 43 penumpang, termasuk beberapa guru dan staf dari SMAN 14 Kabupaten Pangkep, pada Kamis (26/5/2022), mendapat perhatian serius dari Sekretaris Lembaga Investigasi Mendidik Pro Rakyat (Lidik Pro) Nusantara, Andi Jaka Malageni, SH.

Kapal Motor (KM) Ladang Pertiwi berangkat dari Pelabuhan Paotere Makassar menuju Pulau Kalmas Kabupaten Pangkep pada hari Kamis (26/5/2022). Sementara hilangnya KM Ladang Pertiwi telah diumumkan secara langsung oleh pihak Basarnas pada hari Sabtu (28/5/2022) kemarin.

Menurut Andi Jaka mengatakan bahwa, seharusnya sebagai pimpinan harus peka dan peduli ketika bawahan mendapatkan musibah dengan turun ke lokasi kejadian untuk memberikan semangat, suport dan dukungan moril kepada keluarga korban.

“Kehadiran Pak Kadis seharusnya dinantikan dan sangat diharapkan keluarga korban, karena sebagai bentuk empati dan rasa kepedulian sebagai pimpinan terhadap musibah yang dialami bawahannya,” ujar Andi Jaka Malageni, SH, Minggu (29/5/2022).

Apalagi, lanjut Jeje sapaan akrabnya menambahkan, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman sudah turun untuk memantau langsung pencarian dengan menggunakan Helikopter di Perairan Kepulauan Pangkep, Minggu pagi 29 Mei 2022.

“Ketidakhadiran Kadis Pendidikan Sulsel disaat Gubernur Sulsel turun langsung memantau pencarian menggunakan Helikopter di Perairan Kepulauan Pangkep, mengindikasikan bahwa ada koordinasi dan komunikasi yang tidak jalan antara beliau berdua,” ungkapnya.

“Seharusnya Pak Kadis turut mendampingi Pak Gubernur untuk memantau pencarian korban, karena diantara korban tenggelamnya KM Ladang Pertiwi terdapat guru dan Staf SMAN 14 Pangkep yang menjadi korban,” katanya.

Lebih jauh Jeje menjelaskan bahwa, disaat Prof. Jufri menjabat sebagai Kadisdik Sulsel dan Imran Jausi menjabat sebagai Plt Kadisdik Sulsel, mereka berdua langsung turun ke lokasi dan rumah korban ketika ada bawahannya, baik siswa, guru dan tenaga kependidikan yang mengalami musibah dan bencana.

Seperti halnya, Prof. Jufri ketika menjabat Kadisdik Sulsel, beliau mengunjungi rumah duka siswi SMA di Kabupaten Gowa yang bunuh diri akibat mengeluhkan banyaknya tugas online pada Senin 19 Oktober 2022 lalu.

Sedangkan Plt Kadisdik Sulsel, Imran Jausi mengunjungi kediaman almarhum siswa SMK Publik yang meninggal pada Minggu 12 Desember 2021.

“Kami sangat mengapresiasi Pak Gubernur Sulsel karena sebagai seorang pemimpin, beliau menunjukkan rasa kepedulian dan tanggung jawab yang begitu besar terhadap masyarakatnya yang mengalami musibah tenggelamnya KM Ladang Pertiwi,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, untuk saat ini dari total 43 jumlah penumpang, yang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat 17 penumpang dan 26 penumpang masih dalam pencarian.