Aktivis Pohuwato Nilai Pernyataan Mikson Yapanto Terkait Hashtag CAKADA Keliru

oleh -

Foto : Salah satu aktivis Pohuwato Amank Murad, (foto istimewa).

Pohuwato, Suaralidik.com – Salah satu aktivis muda Pohuwato Amank Murad menilai pernyataan Mikson Yapanto terkait hashtag stop calon kepala daerah inport (CAKADA) adalah bentuk ketakutan Tim Sukses (TS) dari salah satu figur atau terkesan mau memagari sangat keliru.

SMKN 1

Menurut Amank Murad pernyaatan tersebut keliru dan sangat berlebihan. Amank menilai Mikson hanya memandang sebatas kulit tapi tidak melihat ini secara koperenship, bahwa tagar tersebut ada sebuah nilai dan hal hal yang bersifat fundamental.

Pihaknya menjelaskan, poin dari tagar tolak CAKADA import ini bukan merupakan tren negatif atau konteks adanya sala satu TS atau salah satu figur yang ketakutan.

”Kami sebagai masyarakat dan para aktivis yang senantiasa duduk berdiskusi terkait perkembangan dan pertumbuhan daerah ini. Menurut kami yang menjadi poin dari tagar tolak CAKADA itu sendiri, bukan pada konteks TS, atau adanya figur yang ketakutan, tidak di situ poinnya,”kata Amank saat di temui awak media, Selasa 14/05/2019.

Lanjut Amank, kami menegaskan lagi di kabupaten Pohuwato memiliki banyak SDM yang mumpuni dan mamu menempati ruang strategis khususnya menjadi kepala daerah.

“Kami punya stok itu dan kami percaya diri bahwa Pohuwato satu langkah lebih maju dari kabupaten kota yang ada diprovinsi Gorontalo. Itu adalah sebuah keyakinan dan keepercayaan diri kami.”tegas Amank.

Amank berpesan kepada mantan calon angota DPRD yang mewakili kabupaten Pohuwato dan Boalemo Mikson Yapanto, agar jangan melihat pergerakan opini di media sosial hanya sebatas kulit.

“Seharusnya sebagai senior lebih memahami bahwa di kabupaten Pohuwato memiliki stock SDM yang jauh lebih mempuni dari pada wilayah- wilayah lain. Bahkan saya lebih menghargai, lebih respec ketika bang Mikson merespon terhadap tagar tersebut.”ucap Amank.(***TR).