Aktivitas Ibu-Ibu di Salah Satu Desa di Sinjai Ini Sungguh Bikin Terenyuh

oleh
Aktivitas ibu-ibu di dusun Gori-Gori, desa Bontokatute, Sinjai Borong bekerja sebagai buruh bangunan.

SINJAI, Suaralidik.com – Kerasnya hidup membuat sebagian besar kaum ibu rumah tangga di desa Bontokatute, kecamatan Sinjai Borong, kabupaten Sinjai terpaksa banting stir bekerja sebagai buruh.

Kabanyakan dari mereka terpaksa berprofesi dengan mengandalkan fisik lantaran tuntutan ekonomi.

Aktivitas ibu-ibu di dusun Gori-Gori, desa Bontokatute, Sinjai Borong bekerja sebagai buruh bangunan.

Dari pantauan Suaralidik.com, Selasa (10/10/17) kaum ibu-ibu di salah satu dusun Gori-Gori, desa Bontokatute melakukan kegiatan pengecoran jalan sepanjang 240 meter.

Banyak diatara mereka mengaku membantu suami hingga untuk menambah penghasilan guna mememuhi kebutuhan sehari-hari. Banyak juga dari kaum ibu-ibu itu mengaku membantu suami yang sedang merantau.

Dawirah (60) salah satu ibu rumah tangga di dusun Gori-Gori mengaku  bahwa aktivitas tak lazim itu sudah digelutinya bersama ibu-ibu lainnya sudah lama.

“Inilah kami para ibu ibu rumah tangga yang tak mau kalah oleh para lelaki yang biasa melakukan pekerjaan ini, yang jelas apa yang biasanya mereka lakukan (laki-laki) kami pun bisa yang penting halal dan dapat membantu penghasilan serta kebutuhan kami sehari hari sehingga dapat menyekolahkan anak kami sebab saat sekarang ini kami tidak bisa mengharapkan penghasilan dari berkebun,” ungkpanya.

Lanjut Darwiah, jika mengandalkan hasil kebun saja dirasanya masih tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Dari itu kami para ibu ibu memutuskan untuk membantu para suami kami sebagai petani kecil dengan cara bekerja keras sebagai kuli di proyek desa ini, apalagi hitung hitung membantu proses pembangunan di Desa kami walaupun dengan gaji kecil senilai Rp.60.000 perhari kami rasa itu sangat membantu menambah keperluan sehari hari kami tutur Ibu Dawirah,” tuturnya.

Andi Basri