Aliansi Jurnalis Bolaang Mongondow Raya Protes Terhadap Tindakan Kekerasan Terhadap Dua Jurnalis Ambon

oleh -216 views
Aksi demo aliansi jurnalis Bolmong Raya mengecam kekerasan terhadap jurnalis di Ambon
Aliansi jurnalis Bolmong Raya Mengecam kekerasan yang menimpa jurnalis di Ambon

BOLMONG, Suaralodik.Com – Aliansi Jurnalis Bolaang Mongondow Raya Gelar Aksi Protes Terhadap Tindakan Kekerasan Terhadap Dua Jurnalis Ambon yang terjadi pada Kamis (29/03/2018) kemarin. Aksi protes ini dilaksanakan di pusat kota Kotamobagu, Senin (02/04) pukul 10.30 Wita.

Aksi protes ini dipimpin oleh koordinator Lapangan Supardi Bado, bersama sama dengan puluhan Jurnalis Bolaang Mongondow Raya, dengan membawa spanduk dan Selebaran yang bertuliskan “Tolak Kekerasan & Kriminalisasi Jurnalis”

Supardi Bado dalam orasinya mengatakan bahwa jurnalis dalam menjalankan tugasnya itu dilindungi oleh UU Pers No 40 tahun 1999, sehingga tidak satupun bisa menghalangi tugas jurnalistik.oleh karena itu ia mengecam keras tindakan intimidasi dan kekerasan tersebut

“Mengecam keras sikap calon Gubernur Maluku Said Assagaf yang mengintimidasi jurnalis yang sedang menjalankan profesinya, mengambil foto seorang pejabat publik ditempat umum, termasuk yang masih berstatus calon, adalah hak jurnalis yang dilindungi oleh undang-undang khususnya pasal 4 UU pers. Setiap Upaya untuk menghalang halangi kerja jurnalis bisa dijerat dengan pasal 18 undang-undang pers, yang pidananya bisa mencapai 2 tahun penjara,” Tandas Bado

Tak hanya itu masa Aksi juga meletakkan Atribut jurnalisnya sebagai bentuk Protes dan Solidaritas atas tindakan kekerasan dan intimidasi yang dilakukan oleh calon Gubernur Maluku petahana, Said Assegaf dan para pendukungnya

Adapun kronologi tindakan kekerasan terhadap dua jurnalis Ambon tersebut bermula saat korban bersama sejumlah wartawan lain sedang menulis dan mengolah bahan berita di salah satu rumah kopi, jalan Sam Ratulangi Kota Ambon.

Di tempat yang sama, di meja yang lain, cagub petahana Said Assegaf bersama tim suksesnya juga berada di sana. Bahkan terlihat beberapa aparatur sipil negara (ASN)/ kepala Dinas Pemprov Maluku ikut duduk di sisi meja tersebut.

Melihat pemandangan itu, salah satu jurnalis, Sam Hatuina mengambil gawai lalu memotret/ mendokumentasikan aktivitas cagub bersama tim sukses dan ASN tersebut.
Menurut Abdul Karim, para pejabat yang duduk bersama calon gubernur itu diantaranya : Sekda Maluku Hamin Bin Taher, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ismail Usehamu, Kepala Dinas Pendidikan Saleh Thio, dan staf ahli Gubernur Maluku Husen Marasabessy serta beberapa pengurus partai politik pendukung.

Mengetahui aktivitasnya direkam, staf ahli gubernur Maluku, Husen Marasambessy langsung mengintimidasi Sam untuk menghapus foto tersebut. “He oce foto-foto apa? Ambil dia Hp itu la hapus foto-foto itu. Sabarang saja, hapus, polisi mana, polisi mana, ini bukan kampanye,” ujar Abdul Karim menirukan perkataan Husen berdialeg Ambon.

Tidak hanya stafnya, calon gubernur Maluku Said Assagaff juga ikutan mendesak Sam menghapus gambar tersebut. ” Kamu hapus foto itu, sapa suru kamu foto, ambil hp itu lalu hapus foto-foto itu dari dia hp banting akang saja,” seru sang Cagub.
Sembari itu beberapa pria berbaju preman menghampiri Sam dan merampas gawai serta mengintimidasinya. Bahkan memaksa korban membuka kunci tombol gawai miliknya dengam nada emosi.

Melihat kejadian itu sejumlah wartawan datang mengampiri Sam. Saat sejumlah jurnalis mulai berdiri melihat Sam diintimidasi, mendadak Abu Bakar Marasabessy alias Abu King memukul Ketua AJI Ambon sebanyak dua kali di bagian wajah.

“Beberapa oknum itu mereka terus mencoba dekati saya tapi gagal karna beberapa rekan jurnalis ikut melarai,” jelas Abdul Karim.

Atas kejadian ini Pukul 21.00 WITA, korban telah melapor di Polda Maluku dengan dua materi laporan. Pertama penganiyaan dan kedua upaya menghalang-halangi kerja jurnalis. sebagimana ketentuan pidana Pasal 18 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (***is/iqb)