Aliansi Mahasiswa BMR (Ambor) Demo Tolak Kelapa Sawit

oleh
Foto ; Aliansi Mahasiswa BMR saat melakukan Demo menolak kelapa sawit, dihalaman Kantor Bupati
Foto : Aliansi Mahasiswa BMR saat melakukan Demo menolak kelapa sawit, dihalaman Kantor Bupati

BOLMONG, Suaralidik.com – Puluhan Aliansi Mahasiswa Bolaang Mongondow Raya (AMBOR) yang tergabung dari KPMIBM, KPMKL, FKMIL, FPMIK, DERMAGA-BM dan KPA-KTG bersama masyarakat penggarap eks lahan Hak Guna Usaha (HGU) menggelar aksi penolakan penanaman sawit yang dilakukan oleh PT Anugerah Sulawesi Indah (ASI) di halaman Kantor Bupati.

Menurut mereka, rencana pengembangan kelapa sawit oleh PT ASI tersebut mengancam perekonomian masyarakat serta lingkungan di tanah Bolmong. “Alasan kami menolak sawit diantaranya, lokasi perkebunan memiliki lahan produktif, berupa tanaman kelapa, jagung dan padi. Untuk itu selaku mahasiswa kami terpanggil untuk melakukan aksi. Karena lahan HGU sudah digarap warga puluhan tahun dan tempat mengais rezeki untuk kebutuhan hidup. Makanya kami minta, pemda mengkaji sebelum lebih banyak lagi dampak negatif yang dihasilkan bertambah besar. Serta segera mengeluarkan surat pencabutan izin dari perusahaan yang beroperasi di bolmong,” tegas kordinator aksi (Korlap) Ade Saputra, dalam orasinya mewakili mahasiswa dan masyarakat.

Dalam aksi tersebut, puluhan mahasiswa diterima langsung Asisten I Derek Panambunan. Menurut Derek, pihak pemerintah akan mengkaji dan membuka forum untuk membicarakan hal ini lebih dalam bersama mahasiswa dan masyarakat. “Saya harap mahasiswa tetap dalam pendirian sebagai kader-kader bangsa dan kaum intelektual. Kita sebagai negara hukum harus mengikuti aturan-aturan dan perundang-undangan yang berlaku,” kata Panambunan.

Sementara itu, Camat Lolak, Deyselin Wongkar mengatakan, pemerintah sementara mengkaji terkait permasalahan tersebut. Maka dari itu pihkanya meminta kepada mahasiswa dan mayarakat bersabar dengan proses yang sedang dijalankan. “Mari kita ikuti aturan dan proses yang sedang dijalankan pemerintah sesuai keinginan masyarakat, ” ujar Wongkar.

Satu diantara masyarakat yang menggelar aksi bersama mahasiswa, yakni Muslim Paputungan, warga Desa Tombolango meminta pemerintah secepatnya menyelesaikan polemik sawit tersebut. Pasalnya, sejauh ini perusahaan terus menggusur lahan untuk ditanami sawit. Bahkan kata dia, petani yang baru menanam merasa rugi karena perusahaan tidak menghentikan penebangan pohon kelapa dalam yang akan dialih fungsikan ke tanaman sawit. “Kasihan kami telah menggarap lahan dengan puluhan tahun. Kalau ini berlanjut nantinya kami sudah tidak punya lahan lagi. Untuk itu kami berharap pemerintah secepatnya mencari solusi terbaik,” kata Muslim.

Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Kapolsek Lolak, AKP Romel Pontoh menekankan, agar masyarakat tetap menjaga keamananan. “Intinya kita berharap masyarakat tetap menjaga ketertiban. Serahkan saja sepenuhnya kepada pemerintah untuk mengkaji permasalaha ini, ikutilah aturan yang berlaku. Sebab negara kita adalah negara hukum, pastinya ada solusi terbaik yang akan dihasilkan,” harap mantak Kasat Lantas Polres Bolmong ini. (***Is)