Aliansi Pers dan LSM Bersama Masyarakat Nias Utara Demo, Copot Kadis PUPR Nisut Ini Alasannya !

oleh
Photo : Aliansi Pers dan LSM bersama masyarakat Nias Utara Demo Desak Bupati Nias Utara Copot Kadis PUPR Nisut

Nias Utara, Suaralidik.Com – Unjuk rasa damai yang dilakukan Aliansi Pers dan LSM itu dimulai mengelilingin lapangan Merdeka Nias Utara menuju Kantor Bupati hingga ke Kantor DPRD Nias Utara.

Di Depan Kantor Bupati Nias Utara, Pimpinan juga peserta aksi menyuarakan untuk mencopot Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Kepala Dinas Pendidikan Nias Nias Utara.

“Kami minta kepada Bupati Nias Utara, Marselinus Ingati Nazara untuk segera mencopot Kadis PUPR Yulius Zai karena banyak proyek yang amburadul, seperti Pembangunan Tribun yang menelan anggaran 4 Miliar di tahun 2017.

Usai RDP kemarin pihak DPRD meminta sejumlah dokumen pada proyek dimaksud. Namun Kadis PUPR tidak memberikan. Ini patut dicurigai ada hal yang ‘disembunyikan oleh Kadis PUPR pada proyek itu.  Termasuk temuan BPK ditahun 2016 lalu di Dinas PUPR hingga saat ini belum di kembalikan TGR.

“kami berharap Kepada Bupati untuk memerintahkan kadis PUPR agar dikembalikannya temuan BPK itu ke Kas Daerah.” Ucap Agus Hulu yang berorasi pada unjuk rasa damai itu.

Selanjutnya, Agusman Hulu juga menyuarakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Utara Foloo Harefa untuk dicopot karena bersikap otoriter tanpa berpedoman pada Peraturan Daerah.

“Kadis Pendidikan memaksa Guru Bantu Daerah wajib 24 les dalam seminggu, sementara didalam Perda hanya di wajibkan minimal 18 les. Kemudian diminta kepada Bupati Nias Utara Untuk tidak menghapuskan GBD yang mengajar di tingkat PAUD dan TK, untuk itu kami minta kepada Bupati Nias Utara segera mencopot Kadis Pendidikan itu karena tidak mampu menterjemahkan visi dan misi Bupati.” kata Agusman Hulu di depan Kantor Bupati Nias Utara.

Peserta Unjuk Rasa Damai kecewa karena mereka hanya diterima oleh Asisten III, Filifo Harefa sementara Bupati, Wakil Bupati dan Sekda tidak ada diKantor.

“Kami sampaikan bahwa pada kesempatan ini Pak Bupati, Wakil Bupati dan Sekda sedang Dinas di Luar daerah. Semua apa yang disampaikan teman-teman Pers, LSM dan juga Masyarakat akan kami sampaikan Kepada Pak Bupati.” Jelas Filifo Harefa sambil mengajak peserta unjuk rasa damai untuk berdiskusi di dalam ruangan.

Namun, peserta Unjuk rasa tak berterima ajakan Asisten III itu untuk berdiskusi di dalam ruangannya sehingga mereka lansung menuju Kantor DPRD Kabupaten Nias Utara.

Sesampainya Dikantor DPRD Kabupaten Nias Utara langsung diterima oleh Ketua Komisi C Noferman Zega, Ketua DPRD Nias utara Foanoita Zai dan tiga orang Anggota DPRD lainnya.

Di aula Pertemuan Kantor DPRD Kabupaten Nias Utara, Peserta Unjuk Rasa menyampaikan tuntutan yang sama.

“Pagi ini saya baru pulang dari medan berobat karena sakit, saya dengar informasi bahwa Saudara-Saudara saya ingin menyuarakan kepentingan rakyat maka saya langsung ke Kantor dan bertemu Saudara-saudara. Kenapa hal ini bisa terjadi karena di Pemerintahan ini mudah melanggar aturan, tidak berpedoman dan tidak taat pada peraturan. Bahkan di lembaga DPRD ini pun terjadi hal demekian melanggar aturan-aturan yang telah ditetapkan. Untuk mencopot kepala Dinas yang tidak taat pada aturan dan kinerjanya amburadul itu yah.. DPRD kenapa tidak direkomendasikan kepada Bupati, paling tidak diberikanlah teguran.” tegas Foanoita sebagai Ketua DPRD Kabupaten Nias Utara sambil diiringi tepuk tangan dari peserta unjuk rasa damai.

Sementara Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Nias Utara, Noferman Zega mengatakan dalam waktu dekat akan menindaktilajuti pernyataan sikap dari Peserta yang unjuk rasa damai itu. (***Zega/iqb)