Amir Uskara Layak Jadi Menteri di Kabinet Jokowi – Ma’ruf Periode 2019 – 2024

oleh -

Foto : Dr. H. Amir Uskara, M.Kes Bersama Presiden RI Ir. H. Joko Widodo,(foto istimewa).

Jakarta, Suaralidik.com – Dewan Pimpinan Wilyah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan mengusulkan nama Wakil Ketua Umum (Waketum) PPP, Dr.H.Amir Uskara, M.Kes jadi menteri di Pemerintahan Jokowi- Ma’ruf, Presiden dan Wakil presiden terpilih periode 2019 – 2024.

Usulan itu muncul setelah pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP melakukan pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Bogor, Selasa (9/7/2019). Pertemuan itu merupakan pertemuan yang pertama kali usai Jokowi-Ma’ruf ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pada pertemuan itu, mencuat jumlah komposisi jatah menteri dari partai PPP, ialah sebanyak 9 kursi. Ketua DPW PPP Sulsel, H.Muh Aras mengatakan, dari sekian nama Kader PPP yang mencuat untuk diusulkan, ada beberapa nama yang dianggapnya layak, termasuk putra terbaik daerah Sulsel adalah Dr.H.Amir Uskara, M.Kes

Usulan 9 kursi Menteri partai berlambang Ka’bah ini dianggap masih dalam batas kewajaran, sebab partai pegusung Jokowi-Ma’ruf diantaranya seperti Partai NasDem disebut mengusulkan 11 kursi, dan PKB 10 kursi.

“yang diusulkan Mentri seperti Plt Ketum PPP, Suharso Monoarfa, Arsul Sani, dan Amir Uskara. Mereka ini adalah orang-orang pintar dan cerdas yang sangat layak jadi Menteri di Kabinet Jokowi-Ma’ruf,” kata Anggota DPR RI terpilih periode 2019 – 2024 ini saat dihubungi, Rabu (10/7/2019).

Terkait usulan 9 jatah kursi Menteri dari Parta PPP dianggapnya merupakan komposisi yang sangat wajar. Karena menurut Aras, sebagai salah satu parpol utama pengusung Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019, PPP masih berada di bawah Partai NasDem dan PKB. Selain itu juga Muh.Aras, sebagai Kader PPP akan membahasnya lebih terperinci di Internal, siapa saja calon yang akan diusulkan nanti.

“Sebenarnya ini (kursi Menteri PPP) belum pernah dibicarakan di level internal. Yang lain (NasDem dan PKB) mintanya begini, kenapa PPP enggak minta juga, yang kira-kira kita wajar saja sesuai dengan permintaan yang lain, kan PPP juga tidak mungkin minta yang macam-macam, ya sadar dirilah karena koalisi kita yang rendah.”ujar H.Muh Aras.

Meski jatah 9 kursi Menteri belum dikunci, namun Muh.Aras optimis dan berharap agar mendapat kontribusi PPP saat mengkampanyekan Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019, sehingga mendapatkan bargaining yang layak. Aras menyebut, beberapa nama pengurus DPP PPP yang dianggap punya kualifikasi masuk dalam kabinet kerja Jokowi-Ma’ruf.

Walaupun H.Muh Aras mengaku saat ini internal PPP belum ada pembicaraan serius soal jabatan Menteri. Menurut Aras, soal sosok yang bisa mewakili wilayah indonesia bagian timur adalah Amir Uskara. Waketum DPP PPP itu dianggap punya kompetensi di bidangnya yang mumpuni untuk memasuki periode keduanya di DPR RI. (Rey).