Andi Baliraja : Mengulas Bontobahari Penuh Potensi

oleh
DPC LIDIK PRO Bontobahari : Andi Bali Radja

BONTOBAHARI, Suaralidik.Com – Kecamatan Bontobahari memliki Luas wilayah 8500 Ha, penduduk +- 30 ribu jiwa posisi timur Pantai Teluk Bone dan selatan Pantai Laut Flores, memberi gambaran bahwa kebaharian adalah bahagian tak terpisahkan dengan predikat “ Butta Panrita Lopi “.

Sektor pertanian di wilayah daratan dan perikanan diwilayah pesisir mengilhami masyarakat dan pemerintah memberi Nama Bontobahari, Bonto = daratan, Bahari = lautan.

Daratan dengan kondisi tanah kering menuntut keuletan masyarakat membuka lahan pertanian sebagai sumber kehidupan. Bagi penduduk yang bermukim di pesisir praktis memilih pertukangan/pembuatan perahu, nelayan dan melaut.

Tahun 1986 Phinisi Nusantara, telah mengukir sejarah Bangsa dengan berhasilnya menaklukan Samudera Pasifik dan mengangkat nama Bangsa Indonesia dengan misi Phinisi Antar Bangsa pada Pameran Expo Tahun 1986 di Vancouver Kanada Amerika Serikat.
Tahun 1990 – an Tanjung Bira mulai dikenal masyarakat dalam negeri dan manca negara. Tentunya sangat bernilai khususnya di bidang perekonomian.

Sisi lain dari perekonomian yang sangat miris ialah nilai nilai Budaya Hilang, Ilegal fishing, Narkoba, Judi, MiRas, pelacuran, Prostitusi, tumbuh subur padahal sangat mengancam generasi muda dan masa depan bangsa kita.

Tahun 2000 – an Investor datang !, ratusan hektar Tahura di jual, dirusak dialih fungsikan menjadi TamBak yang sampai sekarang nelayan kecil sudah kehilangan mata pencaharian.
Hewan mulai punah, laut sudah tercemari oleh limbah tambak hingga limbah sawmill dan bahkan tepi pantai dijadikan Tempat Pembuangan Sampah. Tambang ilegal dimana – mana.
PenDidikan mahal, Petani resah oleh babi, strum sebagai penangkal membuat petani berpolisi akibat kesetrum dan harus keluar gocek jutaan untuk bebas dari hukum.

Belum lagi Rentenir dengan bunga uangnya yang mencekik leher beranak , bercucu dan bercicit. Bantuan pemerintah pusat sudah cukup untuk mengatasi fenomena ini, faktanya tidak tepat sasaran, APA kah Pemerintah masih punya Nurani .. ? siapakah yang diuntungkan … ? Masyarakatkah, Pengusahkah atau penguasa ?.

IngatlaH ! Alquran mengajarkan “ Setiap manusia itu adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung Jawabannya Nanti
“Falsafah Amma Toa ; “ kalau masyarakatku SejahTera biarlah saya yang paling terakhir sejahtera, kalau masyarakatku Melarat biarlah saya yang paling Dahulu melarat “. Seorang pemimpin di tuntut lebih banyak berkorban dengan orang yang dipimpinnya. Falsafah nenek moyang ; “ kalau mengerjakan sesuatu pekerjaan ada orang yang tidak setuju, jangan cepat marah. Karena sesungguhnya itulah teman yang betul-betul baik, karena selalu menjagamu dari perbuatan yang tidak benar “.

Marilah kita menjadi ManuSia dimana setiap kepergian Kita, meninggalkan keIndahan yang tak ternilai harganya bagaikan matahari terbenam yang keindahannya selalu dinanti setiap saat.
Pancaran keindahannya memberi semangat untuk menunggu keindahannya di esok hari. Meskipun terbenam ia tetap dengan keindahan. Semoga generasi penerus bisa berperilaku seperti matahari terbit yang selalu bersinar dengan keindahan tanpa melupakan matahari terbenam yang memberi pesan untuk selalu terbit. (***Opini)