Aneh, Proyek Jalan Bandrol Rp 2, 3 M Tanpa Identitas Perusahaan Di Papan Proyek

oleh
Photo : Inilah Papan Kegiatan yang Tak Jelas Identitas Perusahaannya

Gowa, Suaralidik.com – Papan proyek pengaspalan jalan Boronggara – Pencong yang ada di Desa Lembangloe, Kecamatan Biringbulu dipertanyakan warga setempat. Pasalnya warga bingung karena proyek ini anggarannya Rp 2,3 Millayar lebih tapi tidak diketahui nama perusahaannya.

Inilah papan proyek yang terpasang dipohon, tidak tercantum nama perusahaan yang
mengerjakan jalan tersebut. Sebagai penanggung jawab pekerjaan jalan yang dimaksud. Pada hal anggarannya cukup besar Rp 2,3 M lebih.

“Masa anggaran sebesar itu tidak tercantum nama perusahan, jangan-jangan ingin mengaburkan pekerjaan jalan tersebut,?”ketus Daeng Gau.

Menurut Ketua LSM L PACE, Hertasmin Daeng Gau, terkait proyek jalan yang tidak mencantumkan nama pelaksananya itu tidak transparansi dan bisa jadi, bertujuan untuk mengaburkan hasil kerjanya.

Untuk itu masyarakat perlu mengontrol disaat para rekanan bekerja, jangan takut karena itu haknya masyarakat untuk mengetahui, ujar Daeng Gau, menyikapi kinerja rekanan yang tidak transparansi.

Demikian halnya yang dikatakan Direktur LIPPI , bahwa Perusahaan seperti itu perlu di plototi cara kerjanya, baik hasilnya, kualitas pekerjaannya, terlebih dengan Volumenya seperti kelebarannya, panjangnya serta ketebalan pengaspalannya.

Sekarang ini banyak perusahaan pekerja pengaspalan  bermain-main dengan kualitas, ketebalan dan volumenya. Akibatnya, sering dijumpai pekerjaan jalanan seperti pengaspalan, baru beberapa bulan usai dikerja bahkan tidak cukup bulanan pekerjaannya sudah malai rusak, retak dan terbongkar.

“Keadaan seperti ini sering kita jumpai,”beber Direktur Lembaga Independen Pemantau Pemerintahan Indonesia (LIPPI), S. Kadir Sijaya baru-baru ini.

Kadir mengajak mengontrol cara kerja rekanan karena bagaimanapun juga, ini menggunakan uang rakyat. Maka sangat wajar kalau masyarakat tahu. Sesuai dengan keterbukaan informasi Undang-Undang No.14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik, jadi harus transparansi kepada publik, perusahaan apa yang kerja proyek itu,” ujarnya lagi, Senin (9/7/2018)

Lebih jauh dikatakannya, bahwa anggaran proyeknya cukup fantastis, dengan Pagu sebesar Rp 2, 3 Milliar lebih.

Kepala Bidang Bina Marga dan Jembatan, Rusli Rauf, yang dikonfirmasi perihal proyek ini , mengatakan bahwa tidak adanya nama pelaksana di papan proyek itu tentu kesalahan dari pihak kontraktornya, ataukah mungkin dia lupa memasukkan  nama perusahannya.

Namun diakuinya, bahwa yang mengerjakan proyek tersebut adalah PT Te’ne Jaya milik pengusaha H. Sahar. (***rey)