Angin Jangan Marah

oleh
Angin jangan marah

Oleh Yuri

Di ufuk barat asal muasal desingan
Perlahan mengalir dan semakin kencang
Seperti peluru yang dilontar senapan
Memasuki celah jendela tanpa terhalang

Datangmu menggaduhkan atap-atap
Tak bisa tenang hingga batinku terkesiap
Batuan kerikil terlempar tanpa ramah
Terbawa ke negeri antah berantah


Mengguncang ranting-ranting lunglai
Menarik paksa dedaunan yang terkulai
Lemah cengkraman jari-jari tangan kian terasa
Dan serpihan asa terbang tanpa tersisa

Mereka menunggu untuk kau bawa pulang,
dari wujud yang sengaja kau tinggalkan
Luruh yang mengekor buaian garang,
hanya merunduk di seberang persimpangan
Jika romansa sepoimu sudah hilang,
kenapa amarah yang kini kau datangkan?

Malang, 18 Desember 2016

Nama lengkap penulis Moh Yusup Ridho Putro dari kota yang terkenal dengan makanan kas tahu, yaitu kediri. Saat ini sedang menjalani proses penyelesaian pendidikan di Malang.


Abdul Nazaruddin

Rujadi

H.Askar

Harris Pratama