Apa Arti Mimpi Tentang Buku The Secular City?

oleh -4 views

SUARALIDIK.COM – Entah kenapa, saya kemarin sore, Kamis, 28 Oktober, di ujung tidur saya, menjelang dibangunkan oleh istriku untuk shalat Magrib, saya sepertinya bermimpi tentang buku Harvey Cox, The Secular City, Secularization and Urbanization in Theological Perspective.

Untuk meyakinkan diri saya bahwa saya telah “bermimpi kilat” tentang buku Harvey Cox, seusai shalat Magrib, saya mencari buku itu di deretan buku saya. Saya temukan dan pegang baik-baik. Itu buku fotokopi dalam kemasan jilid bagus, sampulnya warna orange, ada tulisan dan tanda tangan saya di dalamnya, “Macassart, Thursday, August 24, 1995. Fotokopi Buku itu saya miliki 24 tahun lampau.

Saya menyadari diri saya tidak memiliki otoritas bicara tentang definisi dan perbedaan antara, “sekuler, sekularisasi, dan sekularisme.”

Salah satu teman yang ahli bicara tentang buku Harvey Cox ini adalah Wahyuddin Halim, teman kuliah saya dulu di jurusan filsafat, 1988-1992.

Saya sendiri masih berusaha untuk membangun (mengkonstruksi) kalimat yang tepat untuk memaknai mimpi saya, Senin sore kemarin.

Apakah karena, Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A, lahir di Singapura, 4 Juli 1984, umur 35 tahun, adalah seorang pengusaha Indonesia, saat ini dipercaya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada Kabinet Indonesia Maju, Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan KH. Mar’uf Amin, dilantik pada 23 Oktober 2019?

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim digugat oleh publik karena ia bukan guru besar, memimpin Kementerian yang dihuni oleh ribuan guru besar? Atau karena saya kemarin melihat Buku sepintas buku Harvey Coy, bentuk PDF-nya di salah satu WhatsApp?

Setelah pelantikan para Menteri baru Jokowi-Ma’ruf, saya sempat memebaca beberapa komentar sinis dari beberapa anggota grup WhatsApp yang merisaukan kemampuan dan merasa khawatir arah pendidikan di Indonesia akan di-sekulerasasi- oleh Makarim, tapi saya tidak termasuk orang yang khawatir tentang hal iru.

Kembali kepada arti mimpi, saya selama ini, termasuk orang yang tidak pernah sibuk mempersoalkan apalagi memaknai arti sebuah mimpi.

Tanah Abang, 29 Oktober 2019

M. Saleh Mude