Apa Kabar Proses Kasus GORR, Jalan Atau Diam ?

oleh -
Photo : Kondisi Proyek Proyek Jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR) yang diduga merugikan Negara Milyaran Rupiah (Foto.Istimewa)

Gorontalo, Suaralidik.Com – Apa Kabar Proses Kasus GORR, Itulah sepenggal kalimat yang keluar dari berbagai eleman masarakat yang saat ini mempertanyakan perihal sudah sampai dimana proses kasus dugaan Korupsi pembebasan lahan Proyek Jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR).

Meskipun sudah ratusan saksi yang diperiksa, proyek dengan anggaran Triliunan rupiah yang juga melibatkan sejumlah pejabat dan mantan pejabat ini hingga kini belum membuahkan hasil.

Masyarakat menilai bahwa sampai dengan hari ini Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo maih lambat dalam menetapkan tersangka. Padahal beberapa waktu lalu pihak Kejati pernah mengungkapkan bahwa dari total anggaran khusus pembebasan lahan kurang lebih Rp 115 milyar, itu kerugianya ditaksir mencapai 80 persen.

Seperti yang dikatakan oleh salah satu aktivis Gorontalo yang juga Pegiat Anti Korupsi, Taufik Buhungo milsanya. Ia menyebutkan bahwa Kejati jangan hanya memberikan angin segar yang tidak pasti.

“Kami sebagai pegiat anti korupsi seolah-olah hanya medapatkan surga telinga dari dari info-info media soal penanganan kasus ini, yang janjinya pak kejati dalam waktu dekat akan ada penetapan tersangka. Namun lagi-lagi sampai dengan hari ini belum ada tersangkanya kendati ini sudah akhir tahun,” kata Taufik.

“Ketika kemudian dalan tahun 2018 ini tidak tuntas, yang kita takutkan proses akan berlanjut sampai tahun 2019 yang juga tetap tidak ada kejelasan. jadi menjadi kekecewaan kita hari ini tidak ada ketegasan dan kejelasan dari proses tersebut,” lanjutnya.

Ia menambahkan, Beberapa waktu lalu Kepala Kejati dengan secara transparan sudah menjelaskan bahwa kasus ini terdapat kerugian negara dan sudah banyak saksi yang diperiksa.

“Kejati secara trasparan sudah memaparkan kepada kami bahwa dari total anggaran Pembebasan lahan kurang lebih 115 Milyar itu kerugianya mencapai 80 persen yang dirupiahkan kurang lebih 92 Milyar.
Untuk itu kami berharap kepada Kejati bisa menuntaskan segera kasus ini, jangan hanya meberikan angin segar saja kepada masyarakat Gorontalo akan tetapi sampai dengan sekarang tidak ada kejelasan,” tambahnya.

Selain itu Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Gorontalo, Yudha Siahaan,SH saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa proses ini tetap jalan sementara masih memeriksa beberapa saksi lagi.

“saya kira proses ini tetap jalan, hanya saja saat ini masih ada beberapa saksi yang ditambah untuk melengkapi, pokonya tunggu saja prosesnya, untuk penetapan tersangka pasti akan diberitahukan ke taman-teman media,” tandasnya.(***Ndi)