banner 728x250

banner 728x250

Apes, Wartawan Bharindo Nasional Diancam Oleh Oknum Pengusaha

  • Bagikan
Foto : Polres Kotamobagu diharapkan mengusut kasus pengancaman terhadap wartawan (sumber Foto : Kroniktotabuan)

Kotamobagu, Suaralidik.Com – Pengancaman terhadap profesi wartawan kembali terjadi. Kali ini menimpa Bharindo Nasional Kembali di Kotamobagu. Konon, nada ancaman itu akan dihilangkan itu disampaikan oleh oknum pengusaha di Kotamobagu yang juga dikenal sebagai pemilik salah satu swalayan Dragon.

Pengancaman itu berawal ketika Eusen Mauris Lengkong alias Opo, Rabu 19/8/2020) siang sedang melaksanakan tugasnya sebagai wartawan sedang mendalami satu pemberitaan di Polres Kotamobagu. Tiba-tiba telepon selularnya berbunyi yang menghubungi adalah David Budiman yang biasa disapa Ko, Fani.

banner 728x250

Opo sendiri, setelah mendapat ancaman melaporkan ke Polres Kotamobagu. Sementara itu, pegiat sosial kemasyarakatan kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menyayangkan adanya ancaman kekerasan terhadap wartawan.

Foto : Laporan Eusen Mauris Lengkong alias Opo.ke Polres Kotamobagu Sumber foto : Opo)

Pembicaraan yang sempat terekam yang berdurasi sekitar 20 menit itu menebar ancaman akan menhilangkan oknum wartawan. Ditelpon itu juga Ko Fani tidak pernah takut kepada wartawan bahkan dirinya membawa nama ketua PWI Kotamobagu dalam rekaman yang berdurasi 20 menit itu.

Menurut Rafiq Mokodongan dari LSM Swara Bogani, kalau sudah dilapor ke Polisi maka harus harus diseriusi. Sebab, profesi wartawan dilindungi oleh UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang kebebasan Pers. “Bukti ancamannya ada dan tersebar kemana-mana.”tutur Rafiq.

Lain lagi dengan Ketua LPK-RI.Bolmong Raya Edwin Hatam, menyatakan jika kasus ini dibiarkan maka penerapan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang kebebasan Pers bisa dianggap tidak sejalan dengan penegakan Hukum sebagai perlindunganĀ  hukum, terhadap profesi sebagai wartawan.(**Agus)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *