Makassar Recover

Pemkab bantaeng

Arifuddin Korban Panganiayaan Jadi Tersangka Jalani Sidang di PN Bantaeng

  • Bagikan
Arifuddin Bin Lampe yang sebelumnya menjadi Korban Penganiayaan saat ini menjadi Terdakwa dan menjalani sidang Perdana di Pengadilan Negeri Bantaeng
Arifuddin Bin Lampe yang sebelumnya menjadi Korban Penganiayaan saat ini menjadi Terdakwa dan menjalani sidang Perdana di Pengadilan Negeri Bantaeng

Bantaeng, suaralidik.com – Arifuddin Bin Lampe (37) yang sebelumnya menjadi Korban Penganiayaan didalam rumahnya di Kp. Kaili Kelurahan Bonto Lebang Kecamatan Bissappu Kabupaten Bantaeng yang kemudian berubah status menjadi Tersangka kini menjalani sidang di Pengadilan Negeri Bantaeng, Kamis (4/6/20)

Sebelumnya Arifuddin dilaporkan oleh Pelaku Penganiayaan Kawang  Bin Haris di polsek Bissappu Bantaeng Pada Tanggal 23 Oktober 2019 dengan Laporan Polisi No.Pol. LP.73/X/2019/Sek.Bissappu.

Pemkab bantaeng

Arifuddin Bin Lampe yang didatangi rumahnya oleh Kawang Bin Haris dan beberapa keluarga lainnya pada 14 Oktober 2019,  hanya pasrah menerima nasib yang menimpa dirinya yang saat ini berstatus terdakwa.

Menurut Arifuddin, dirinya tidak bisa berbuat apa apa lagi setelah sebelumnya menjadi korban penganiayaan dan akhirnya dijadikan sebagai tersangka.

“Saya tidak bisa berbuat apa apa lagi, Saya orang miskin yang tidak punya kuasa untuk melawan orang berada seperti mereka, saat ini tidak ada lagi keadilan buat saya, karena saya yang didatangi di rumah dan dipukuli oleh Kawang dan 2 Orang Lainnya malah terbalik dan dikiranya saya juga memukul sehingga saya pun dijadikan tersangka”. Kata Arifuddin kepada Awak Media

Saya sama sekali tidak memukul  waktu  didatangi rumahku dengan beberapa orang lainnya, bahkan istri dan anakku ada dirumah pada saat kejadian dan menyaksikannya sendiri malam itu”. Tambahnya

Arifuddin saat ini didampingi Oleh Pengacara dari LBH Butta Toa Yakni Suardi Syam
SH dan Ahmad Efendi.SH, terlihat dalam sidang pada hari Kamis 4 Juni 2020. Kuasa Hukum Arifuddin membacakan eksepsinya dihadapan majelis Hakim.

Persidangan kali ini cukup singkat, hanya berkisar kurang lebih 3 Menit dan selanjutnya Hakim Ketua mengetuk Palu sebagai tanda ditundanya persidangan hari itu yang kemudian dilanjutkan 1 minggu kedepan.

Istri Terdakwa saat di Konfirmasi mengungkapkan bahwa dirinya siap bersama anaknya dihadirkan di persidangan bilamana di butuhkan untuk menceritakan kejadian yang dia alami bersama suaminya waktu didatangi rumahnya oleh Kawan Bin Nasir bersama keluarganya.

“Saya bersedia juga dihadirkan di persidangan untuk menyampaikan apa yang saya alami bersama suami dan anak saya dirumah pada saat itu”. Ucap Istri Arifuddin

(*Rs)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *