Asdep BPJS Ketenagakerjaan Puji Terobosan Bupati Bonebol

oleh

Asisten Deputi (Asdep) Bidang Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Sulawesi Maluku, Dewi Mulya Sari saat berpose dengan Bupati Hamim Pou, (foto AKP).

Gorontalo, Suaralidik.com – Terobosan dan inisiatif Bupati Bone Bolango (Bonebol) Hamim Pou dalam mengasuransikan sebanyak 8.250 pekerja sektor informal di wilayah Kabupaten Bonebol dalam jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan mendapat apresiasi dan pujian dari Asisten Deputi (Asdep) Bidang Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Sulawesi Maluku, Dewi Mulya Sari.

Hal ini diutarakan Asdep BPJS Ketenagakerjaan Dewi Mulya Sari pada pencanangan Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Desa Botubarani Kecamatan Kabila Bone, di lokasi wisata Hiu Paus Desa Botubarani, Jumat 30/11/2018.

Dewi Mulya Sari mengatakan, terobosan yang dilakukan Bupati Bonebol Hamim Pou ini, merupakan salah satu bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah daerah kepada masyarakatnya. Karena pada dasarnya setiap warga negara, setiap pekerja itu berhak mendapatkan akses jaminan sosial, baik itu program kesehatan dari BPJS Kesehatan, dan program kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, serta jaminan pensiun dari BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami mendoakan, apa yang dilakukan pemerintah Kabupaten Bonebol dalam hal ini terobosan dari Bupati Hamim Pou ini bisa masuk dalam penghargaan Paritrana. Kami juga mendoakan Desa Botubarani ini bisa masuk dalam pemenang penghargaan Desa Sadar Jaminan Sosial tingkat nasional,”ujar Dewi Mulya Sari.

Ia sendiri mengaku, bahwa terobosan Bupati Bonebol Hamim Pou dalam memprogramkan asuransi kepada pekerja sektor informal lewat jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan merupakan satu-satunya di Provinsi Gorontalo bahkan di Indonesia.

”Terobosan pak Bupati Hamim Pou ini, Alhamdulillah telah mengantarkan Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo dari tadinya juara 3 nasional, tahun 2018 ini menjadi juara 1 nasional,”jelas Dewi Mulya Sari.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo Teguh Setiawan mengungkapkan, ditunjuknya Desa Botubarani sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial karena mengingat sebagian besar masyarakatnya berkeinginan menjadi peserta jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan secara mandiri. Namun keinginan dari masyarakat ini, difasilitasi oleh Bupati Hamim Pou melalui anggaran dari pemerintah daerah.

Lebih lanjut Teguh Setiawan mengatakan, program BPJS Ketenagakerjaan ini sangat besar manfaatnya, terutama untuk melindungi pekerja pada saat berangkat dan pulang bekerja atau pada saat melaksanakan tugas pekerjaannya. Kalau terjadi kecelakaan kerja, maka biaya rawatnya ditanggung sepenuhnya 100% oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Demikian juga kalau meninggal pada saat bekerja, itu jaminannya atau santunan untuk ahli waris lebih kurang Rp55.800.000. Sedangkan meninggal dunia karena disebabkan penyakit atau bukan faktor kecelakaan kerja santunan sebesar Rp24 juta untuk ahli warisnya.

“Saat ini warga Bonebol yang tercover di BPJS Ketenagakerjaan itu belum mencapai 30%. Kita harapkan dengan akan dicovernya 20 ribu pekerja sektor informal oleh Pemkab Bonebol tahun 2019 mendatang, angka kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Bonebol bisa mencapai 40%,”pungkas Teguh Setiawan,(***Fan).