banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

Asesmen Nasional, Pengganti UN Tahun 2021 Mulai Disimulasikan untuk Tingkat SD dan SMP

Nielma Palamba, SH.,MAp,Plt Kadis Pendidikan kota Makassar ||

MAKASSAR, suaralidik.com – Asesmen Nasional (AN)  sebagai pengganti Ujian Nasional (UN) mulai bergerak yang ditandai dengan dimulainya simulasi Asesmen Nasional tersebut, baik tingkat SD maupun SMP.

Menurut Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Nielma Palamba, SH, M. Ap, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang resmi lewat website Kemendikburiset, simulasi Asesmen Nasional bagi siswa kelas 8 untuk SMP dan siswa kelas 5 untuk SD, dimulai tanggal 23 Agustus 2021 sampai dengan 2 September 2021. Sedangkan hari H-nya itu minggu keempat bulan september 2021.

banner 728x250

“Dengan adanya jadwal simulasi diharapkan setiap sekolah mampu dan segera membenahi jaringan internet dan komputer yang dimiliki sekolah, sehingga ajang simulasi ini dapat dilihat apa saja permasalahan yang muncul terutama jenjang SD yang baru pertama kali Asesmen Nasional secara online. Sedangkan jenjang SMP sudah beberapa tahun UNBK secara online, jadi sudah ada pengalamannya,” ujar Nielma Palamba.

Sedangkan menurut Plh. Kabid Dikdas DR. Syarifuddin menjelaskan bahwa dalam kegiatan simulasi ini, pihak sekolah bisa memilih kapan kesediaanya dengan rentang waktu yang telah disediakan, bahkan dapat dilakukan per sesi dalam satu sekolah.

Contohnya, jenjang SD ketersediaan komputer atau laptop hanya 15 unit, maka bisa dibagi dua sesi, sehingga mencukupi 30 orang siswa SD. Begitu pula jenjang SMP dengan jumlah peserta didik 45 orang ditambah 5 orang cadangan, bisa digunakan tiga sesi yang telah dijadwalkan oleh Kemendikburiset.

“Asesmen Nasional ini terdiri atas siswa dengan 3 jenis Asesmen, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum ( AKM) yang didalamnya ada segmen untuk literasi membaca dan numerasi, kemudian Survei Karakter yang berisikan profile karakter pancasila serta Survei Lingkungan  belajar dimana anak tersebut mampu mengenali dan menggunakan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Sedangkan Guru dan Kepala Sekolah yaitu survei lingkungan belajar yang diharapkan diisi oleh seluruh guru di sekolah,”pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.