Aset Di Lelang,Nasabah Lawan Danamon Sungguminasa Gowa

oleh
Hj.Ramlah Binti Paramma didepan kediamannya yang telah dilelang oleh pihak Bank Danamon Sungguminasa Gowa /DOK.SUARALIDIK.com

SUARALIDIK.com,TAKALAR- Bank Danamon Cabang Sungguminasa Gowa dilawan oleh salah seorang nasabah kredit atas nama Hj.Ramlah Binti Paramma, lantaran pihak Danamon melelang aset nasabah yang digunakan sebagai agunan.

Ramlah yang merupakan warga Dusun Tala-Tala Desa Bontoloe Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar ini mengaku kecewa terhadap Bank Danamon Cabang Sungguminasa Gowa, lantaran aset berupa rumah yang diagunkan untuk kredit dilelang pihak bank tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.Kekecewaan ini disampaikan langsung Ramlah, kepada SuaraLidik.com, Minggu (7/8/2016).

“Kami tidak pernah punya niat jelek. Tapi memang kondisinya usaha kami sedang terpuruk saat ini,” kata Ramlah .

Ramlah mengakui, dirinya mengajukan kredit sebesar Rp 225 Juta dengan masa kredit selama lima tahun, akibat tunggakannya kini total hutang senilai Rp 178 Juta bersama dengan dendanya.

Lima tahun lalu, sekitar pertengahan tahun 2011, Ramlah bersama suaminya Syarifuddin bermohon kredit untuk membuka usaha barang campuran dan jual beli hasil laut, namun pertengahan tahun 2014 lalu, usaha yang dirintisnya mengalami kemacetan.

“Kebetulan usaha kami adalah usaha barang campuran dan jual beli hasil laut, sehingga terpengaruh dengan turunnya harga minyak dunia,” kata Ramlah.

Saat itu, Ramlah mengakui bahwa kreditnya mulai bermasalah. Dia tidak mampu membayar angsuran yang mencapai Rp 7 juta per bulan.

Pihaknya sudah beberapa kali meminta negoisasi dengan pihak bank. Namun,lagi-lagi pihak Bank tidak memberikan kesempatan kepada Ramlah untuk melakukan pembayaran angsuran.

“Kami sudah berusaha menjual aset kami. Tapi belum laku juga. Namun sekarang kami sangat menyayangkan langkah Danamon yang telah melelang aset kami,” kata dia.

Ramlah bersama suaminya Syarifuddin pun telah menunjuk kuasa hukum, Hasanuddin Radja,SH bersama Muh.Darwis,Sekretaris DPW LSM Lidik Sulsel untuk mendampingi kasusnya tersebut.

( aatj/darwis/SuaraLidik)