ASN (GTK) Dinas Pendidikan Pangkep Jadi Tersangka Pungli

oleh
Bupati Pangkep Saat Menjelaskan Tentang Adanya ASN Yang Menjadi Tersangka Kasus Pungli

Pangkep, Suaralidik.com – Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Pangkep, HSN akhirnya ditetapkan sebagai tersangka kasus pungutan liar (pungli) tunjangan Daerah Terpencil (Dacil) pencairan tahun 2018 wilayah kepulauan. saat terjaring OTT oleh Tim Saber Pungli Unit Tipikor Polres Pangkep setelah HSN mengakui di hadapan penyidik telah menerima tunjangan guru Dacil yang berkisar antara Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta per guru dengan menyertakan fotocopy buku rekening mereka.

“Iya sudah tersangka, tapi untuk lebih rincinya nanti yah karena yang bersangkutan saat ini masih diperiksa,” kata Kasatreskrim Polres Pangkep, Iptu Deni Eko Prasetyo dikonfirmasi awak media

Sementara itu Bupati Pangkep Syamsuddin A Hamid mengaku kecewa dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus dugaan pungutan liar tunjangan guru daerah terpencil (dacil) yang menjerat pejabat kepala bidang di Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkep. Ia bahkan menegaskan akan mencopot HSN dan mencari pengganti untuk menduduki jabatan Kabid GTK tersebut.

“Kita akan cari penggantinya. Kalau status aturan di kepegawaian, jelas, kalau ada ASN yang tersangka korupsi sanksinya pemecatan,” tegas Syamsuddin di kantor bupati Pangkep, Kamis 19 Juli 2018.

Bupati Pangkep dua periode tersebut bahkan memuji kinerja tim saber pungli yang menurutnya membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerintahan bersih dan bebas korupsi.

“Ini kemajuan tim saber pungli. Kita dukung karena kita semua tidak mau ada yang seperti itu. Kita tidak akan intervensi kasus ini, Kalau sudah salah serahkan ke pihak yang berwajib untuk memprosesnya, dan biarkan hukum bicara,” terangnya.

Syamsuddin mengungkapkan bahwa dirinya seringkali mengingatkan para pejabat agar tidak bermain dengan aliran dana yang melanggar aturan namun hal tersebut tak di indahkan

“Sudah seringkali di setiap saya pertemuan mengingatkan semua pejabat agar hati-hati. Tapi kalau pihak Polres sudah tetapkan tersangka tentu kita akan ganti dengan yang lebih jujur lagi, Kita tidak ingin ada orang seperti itu lagi, saya sudah lantik tapi dia seperti itu yah tentu mengecewakan dan tanggung akibatnya,” ujarnya. (86-KP)