Astaga !!! Murid Kelas 1 MI Benteng Selayar Diperkosa di Semak

oleh
ILUSTRASI PENCABULAN

SUARALIDIK.com,SELAYAR– RS Alias Do ( 7) ,masih duduk di kelas 1 sebuah Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Selayar. Bocah perempuan ini mengaku diperkosa oleh DN (14) pelajar SMP Kelas 2 bersama UC (13) pelajar SD kelas 5 di Benteng Selayar.

RS masih trauma pasca di perkosa oleh DN di sebuah semak-semak pasda tanggal 10/9 lalu.

Keluarga RS, Herman kepada Redaksi SuaraLidik.com, menyampaikan telah melapor ke Polisi pada Selasa (27/9) kemarin dan juga telah di visum di RSUD Benteng Selayar.

RS Alias DO, siswi kelas 1 MI di Benteng Selayar, korban Pemerkosaan pelajr SMP DN dan UC- SUARALIDIK.com
RS Alias DO, siswi kelas 1 MI di Benteng Selayar, korban Pemerkosaan pelajr SMP DN dan UC,di dampingi kerabatnya- SUARALIDIK.com

Pemerkosaan terhadap RS alias DO berawal ketika UC, tetangga korban mengajak korban ke belakang rumah UC, namun di belakang rumah tersebut juga telah menunggu DN. UC yang bertubuh tambun tersebut lantas memegang kedua tangan RS dan DN kemudian mencabuli RS dengan cara memasukkan jarinya kedalam kemaluan korban. Tak hanya mencabuli korban, DN kemudian memperkosa korban dengan tangan korban masih di pegang oleh UC.

Kejadiannya di semak-semak, adik saya RS di cabuli oleh DN dan UC dan juga di perkosa oleh kedua pelaku di Lingkungan Parappa Kelurahan Bonto Bangun Kecamatan Bonto Haru ” ujar Herman ,kakak kandung RS , Rabu malam melalui sambungan ponselnya.

Untuk membenarkan UC yang mencabuli adiknya tersebut, Herman lalu mendatangi rumah UC dan membawanya kerumah, di dalam rumah korban RS alias DO lalu menunjuk UC yang telah menariknya ke belakang rumah kemudian di cabuli oleh UC bersama-sama dengan DN.

Namun menurut korban , DN dan UC ini juga melakukan perbuatan yang sama kepada teman RS yaitu NT ” tambah Herman.

Setelah mendengar pengakuan adiknya, Herman lalu membawa DO dan NT bersama keluarganya ke Rumah Sakit untuk di lakukan visum dan melaporkan kasus tersebut Ke Polres Kabupaten Kepulauan Selayar.

Laporan Polisi kami bernomor LP : 217/IX/2016/Sulsel/Res Selayar, tertanggal 27 September 2016 dan diterima oleh Bripda Wildaeni dengan kasus Pencabulan dibawah umur oleh pelaku DN berteman ” tutur Herman.

Herman berharap agar Polisi dapat bertindak cepat, karena hingga hari ini, DN masih tetap bersekolah, dan adiknya bersama NT mengalami trauma dan kini banyak berdiam diri di dalam kamarnya. Ibu RS sendiri sempat di rawat di RS setelah pingsan akibat shock mendengar anaknya tersebut telah di perkosa oleh DN bersama dengan UC.

REPORTER ; imran hasan/andi awal

REDAKSI ; andi awal-suaralidik.com