Awal Agustus 2016 Abu Sayyaf Kembali Menyandera Seorang WNI

oleh
berita terbaru abu sayyaf
Info berita terbaru sayyaf ahri ini

Suaralidik.com – Jakarta : Menteri Luar Negeri Retno L.P Marsudi mengaku, pihaknya setiap hari menjalin komunikasi dengan otoritas Filipina terkait penyanderaan warga Negara Indonesia. Diakui Retno bahwa situasi di lapangan kini lebih sulit dari sebelumnya.

Diketahui, kelompok Abu Sayyaf yang mencoba mempertahankan kelompok mereka dan para sandera. Hal itulah yang membuat Pemerintah Filipina maupun Indonesia kesulitan membebaskan para sandera.

Retno mengatakan, ia telah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Filipina Perfecto Rivas Yasay Jr untuk mengutamakan keselamatan WNI. Retno pun meminta agar Pemerintah Filipina dapat menjamin keamanan di wilayah perairannya.

Sebelumnya, diberitakan 11 WNI disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina dalam waktu berbeda. Pertama, kelompok Abu Sayyaf menyandera tujuh anak buah kapal (ABK) di perairan Sulu, Filipina Selatan. Selain membajak kapal, penyandera meminta tebusan sebesar Rp 60 miliar.

Setelah penyanderaan tersebut, tiga WNI kembali disandera ketika melewati perairan kawasan Felda Sahabat, Tungku, Lahad Datu Sabah, Negara Bagian Malaysia. Mereka adalah ABK pukat tunda LD/114/5S milik Chia Tong Lim berbendera Malaysia. Terakhir, pada awal Agustus, kelompok Abu Sayyaf kembali menyandera seorang WNI lagi. Dengan demikian, total WNI yang disandera berjumlah 11 orang. (kps-mif)