Aziz Qahhar Mudzakkar : Inilah Alasan Mengapa Nurdin Halid Kembali Ke Makassar

oleh
Aziz Qahhar Mudzakkar
Aziz Qahhar Mudzakkar (AQM) saat gelar buka puasa bersama di Rumah Ketua Golkar Bantaeng, Arfandi Idris, di Kota Bantaeng.(Jumat 16/6)

Suara Lidik Bantaeng,- Tim Safari Ramadhan Partai Golkar DPD II provinsi Sulawesi Sletan yang dipimpin langsung oleh Nurdin Halid (NH) gelar buka puasa bersama di Rumah Ketua Golkar Bantaeng, Arfandi Idris, di Kota Bantaeng, Jumat 16 Juni 2017.

Aziz Qahhar Mudzakkar
Aziz Qahhar Mudzakkar (AQM) saat gelar buka puasa bersama di Rumah Ketua Golkar Bantaeng, Arfandi Idris, di Kota Bantaeng.(Jumat 16/6)

Dalam moment yang penuh khidmat ini, Aziz Qahhar Mudzakkar (AQM) mengungkapkan jika NH kembali ke sulsel adalah salah satu bentuk pengorbanan untuk membangun Sulawesi selatan

AQM menilai jika hanya untuk mencari jabatan, seharusnya NH sudah merasa cukup dengan menjadi Ketua Harian DPP Golkar. Jabatan itu sudah cukup memberi kekuasaan bagi NH. Pasalnya, semua ketua DPD I dan DPD II yang rata-rata adalah kepala daerah berada di bawah kendali NH.

“Untuk apa lagi pulang ke Sulsel kalau hanya untuk cari jabatan gubernur? Sementara puluhan gubernur dan ratusan kepala daerah sudah bisa dikendalikan oleh NH?,” kata Agus di hadapan ratusan warga Bantaeng.

Akses ke elite pusat juga sangat terbuka dengan posisi dia sebagai Ketua Harian Golkar. NH juga tokoh nasional bahkan tokoh internasional di bidang koperasi dan ekonomi kerakyatan.

“Makanya, saya pastikan kembali ke Sulsel ini adalah bentuk pengorbanannya untuk bisa membangun kampung. Jujur saja, ini salah satu alasan mendasar saya mau berpasangan dengan NH,” ucap Anggota DPD RI tersebut.

Aziz menegaskan, keputusannya menerima pinangan NH bukan ujug-ujug muncul.

“Saya hampir satu tahun menegaskan kepada siapa saja bahwa saya periode kali ini tidak akan maju lagi. Tapi setelah berdiskusi panjang dengan NH, kesediaannya untuk melupakan segala godaan kekuasaan di pusat demi pulang membangun kampung. Juga konsepnya soal ekonomi kerakyatan menjadi pertimbangan mendasar saya berubah pikiran,” ungkapnya.

Aziz mengaku, ketika itu, sempat dipinang sejumlah calon yang mencuat saat ini. “Ketika itu menurut survei, jika saya berpasangan sama mereka maka saya sisa duduk manis tidak usah bekerja keras sudah bisa terpilih. Ibaratnya, jika saya terima mereka lalu saya tidur sampai pemilihan, maka saat terbangun, survei itu mengatakan saya pasti terpilih. Tapi saya punya idealisme. Memilih itu harus ada alasannya,” kata Aziz.

Sementara, Ketua Harian Golkar Sulsel, HM Roem menegaskan, NH-Aziz sebagai pasangan yang saling melengkapi. Kiprah NH di bidang ekonomi kerakyatan, kata dia, tak bisa diragukan.

“Nah, semua itu bisa diimbangi oleh Aziz yang sepuluh tahun terakhir juga berkiprah di pusat sebagai Ketua DPD RI. Kita saat ini sedang butuh dengan pemimpin yang bisa membawa ketenangan dan kedamaian di tengah kondisi bangsa yang sedang banyak ribut-ribut,” kata Roem.

Roem dan Aziz juga kompak melontarkan permohonan maaf atas ketidakhadiran NH di buka puasa itu. NH tiba-tiba harus ke Jakarta karena urusan yang sanag mendesak. Roem berjanji, NH akan ke Bantaeng lagi dalam waktu dekat. (samki/bcht)