banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

Baba Malik, Pengusaha Karpet, Berbagi Tips Mengusir Korona

Baba Malik merasa ikut prihatin dan peduli terhadap dampak pandemi virus Korona.

SUARALIDIK.COM – Pekan lalu, 7 Mei, pukul 10.00 WIB, saya dan istri diundang ke tokoh karpet Al-Hamd dan restoran Aneka Bubur yang menyediakan menu Indonesia dan Timur Tengah milik Bapak H. Abdul Malik (Baba Malik) di ujung Jalan Radio Dalam, dekat pertigaan arah Pondok Indah Mall, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Saya sekeluarga sudah puluhan tahun dan termasuk keluarga besar perantau Bugis asal Sidenreng Rappang sudah lama berkawan dan akrab dengan keluarga dan karyawan Baba Malik. Saya sekeluarga sudah puluhan kali bertandang di restorannya, makan berbagai jenis makanan ala Timur Tengah plus melihat, mendengar presentasi, mengetahui harga-harga, dan menyentuh berbagai motip dan kualitas karpet-karpet asli, bersertifikat, berklas internasional yang diimpor, koleksi toko Al-Hamd, milik Baba Malik. Jika Anda adalah pecinta seni interior dan kolektor karpet-karpet berkualitas tinggi, terbuat dari bahan alami seperti bulu domba, sutra asli, dan ditenun secara manual oleh jemari para profesional dari Iran, Turki, Pakistan, dan beberapa negara produser karpet berkelas internasional, Anda bahagia dan beruntung jika dapat mengujungi toko karpet Baba Malik. Percaya saya.

banner 728x250

Kamis kemarin, dalam suasana pandemi virus Korona, saya dan istri diundang ke toko Baba Malik. Selama 60 menit lebih, saya mendengarkan ungkapan keprihatinan seorang Baba Malik kelahiran Pakistan yang sudah puluhan tahun tinggal dan telah menjadi warga negara Indonesia. Saya mencatat beberapa poin seperti berikut.

Baba Malik merasa ikut prihatin dan peduli terhadap dampak pandemi virus Korona. “Hari ini, kita dapat menyaksikan pergerakan perekonomian lesu; tempat-tempat ibadah ditutup sementara karena ada penerapan social distancing; dan telah banyak korban terpapar virus Korona; dimana-mana di-lock down, dan tentu yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat kecil atau mereka yang hidup serba pas-pasan, kata Baba Malik.

Karena itu, saya berharap pemerintah pusat dan daerah dapat menunjukkan berbagai bentuk perhatian dan kepedulian konkritnya terhadap rakyatnya dan kita harus bahu-membahu bertindak cepat dan konkrit agar tidak ada lagi korban pandemi virus Korona. Pemerintah harus menunjukkan leadershipnya, bertindak cepat membantu dan memberdayakan rakyatnya, misalnya memberikan modal usaha bersamaan bimbingan keterampilan (skill) misalnya, membuka usaha-usaha kecil agar rakyat menjadi lebih kreatif dan bisa bertahan menghadapi berbagai situasi di tengah pandemi Korona, lanjut Baba Malik.

Terakhir, saya terkesima ketika Baba Malik mengaku selalu bersyukur dan bangga telah menjadi warga negara indonesia. “Indonesia ini kaya hasil bumi, rempah-rempah unggulan tumbuh di mana-mana. Daun-daunan seperti daun salam, permin, jahe, dan lain-lain itu dapat dijadikan obat herbal untuk melindungi dan mencegah keluarga dari paparan virus Korona. Apalagi hingga hari in, belum ditemukan vaksin yang dapat mengobati secara ampuh virus Korona. Bahan-bahan dasar obat herbal ada di sekitar kita. Itu adalah rahmat dan berkah bagi penduduk Indonesia, termasuk saya sekeluarga”, pungkas Baba Malik.

Sebelum meninggalkan toko karpet Al-Hamd dan restoran Aneka Buburnya, saya dan istri diajak ditunjukkan, demo cara mengusir virus Korona, saya melihat panci besar, diisi separuh air bersih, dimasak hingga mendidih yang di dalam panci itu telah diisi berbagai jenis daun-daunan rempah-rempah. Ketika airnya telah mendidih, terasa aromanya melegakan pernafasan ketika dihirup, dan membikin segera pikiran dan pancaindera. Baba Malik mengaku memiliki pengalaman dalam meramu obat-obat herbal alami. Baba Malik mengaku, hidup awalnya di Jakarta adalah menjual obat-obat herbal sebelum menjadi pengusaha sukses berbagai jenis karpet internasional, impor berkualitas tinggi, dan bersertifikat.

Saya, ketika mengomentari tips praktis mengusir virus Korona ala Baba Malik, istri saya, Novi Andriani sempat memvideokan komentar singkat saya. Saya tentu berharap tulisan ini dan video tersebut dapat dibaca dan ditonton. Terima kasih.

Jakarta, 12 Mei 2020
M. Saleh Mude

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.