Bahas Pengembalaan Ternak Sapi, Sekda Kabgor Minta Dinas Perhatikan Kelayakan Lokasi

oleh -4 views

Foto Suasana rapat pembahasan padang penggembalaan ternak sapi yang dipimpin oleh Sekda Kabgor, Ir. Hadija U. Tayeb MM,(foto Riri humas).

LIMBOTO, Suaralidik.com – Sekretaris Daerah kabupaten Gorontalo Ir. Hadijah U. Tayeb. MM menghadiri Pertemuan dalam rangka untuk membahas langkah lebih lanjut mengenai lokasi Padang Penggembalaan Ternak di Kabupaten Gorontalo, di Ruang Madai Kantor Bupati Gorontalo, Rabu 14/08/2019.

Ditemui usai kegiatan Sekda Kabgor mengatakan, Senin depan pihaknya akan turun ke lokasi bersama intansi terkait untuk melihat secara langsung strategi dan kajian tentang studi kelayakan maupun dari segi peternakan dan teknis.

“Serta apa yang akan dibenahi dilokasi itu dibicarakan bersama pemiliknya. Bahkan apa yang menjadi peran dari pemerintah daerah dalam memberikan sport sesuai kelayakan yang di baut oleh tim strategis,”,kata Sekda.

“Olehnya Pemerintah Daerah berharap, akan menjadi percontohan di Kabupaten Gorontalo juga insya allah akan ada sentuhan dari Pemerintah pusat, karna ini merupakan program Pemerintah Pusat dalam meningkatkan peternakan di seluruh indonesia”,sambung Sekda.

Kadis Peternakan Ir. Femy Waty Umar M.Sc menjelaskan, karena ini merupakan suatu program pemerintah kabupaten Gorontalo melalui dinas Peternakan sekiranya akan ditetapkan menjadi padang pengembalan rakyat. Selain itu pihaknya juga akan turun mensurvei langsung padang pengembalaan tersebut.

“Salah satu kawasan minimal 20 hektar yang akan di intervensi oleh pemerintah daerah. Dalamnya akan menjadi sumber hijauan pakan ternak yang akan dihidupi oleh masyarakat sekitar. Dan para peternak dilokasi tersebut berada di Desa Motoduto Kecamatan Boliyohuto awal kami kunjungi”,jelas Kadis.

“Insya allah akan ditetapkan pada 19 agustus tim yang akan melakukan kunjungan langsung. Sekaligus melakukan studi kelayakan dari sisi sosial, ekonomi dan lingkungan sesuai atau tidak. Kami berharap menjadi contoh atau model padang penggembalaan rakyat di Kabupaten Gorontalo”,lanjut Kadis.

Femy juga menambahkan, rencananya desa Motoduto akan dijadikan model, karena kurang lebih 300 ternak yang saat ini ada di desa tersebut.

“Desa Motoduto rencananya akan dijadikan salah satu model. Kurang lebih 300 ternak yang dipelihara, sehingga model pengembangan ini bisa ditiruh oleh kelompok lain”. Tutup femy.

Kegaiatan turut dihadiri, Asisten II Drs. Asri. Tuna, Kadis Peternakan Femy Waty Umar, M.Sc bersama jajarannya.(Rollink).