Balapan “Ojek Gabah”, Euforia Petani di Bulukumba Usai Panen

oleh
Balapan "Ojek Gabah", Euforia Petani di Bulukumba Usai Panen

BULUKUMBA, Suaralidik.com – Banyak cara dilakukan para petani di Indonesia dalam meluapkan rasa kegembiraan usai panen. Salah satunya seperti yang dilakukan puluhan petani di Desa Barombong, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulsel. Sabtu (21/10/17).

Balapan “Ojek Gabah”, Euforia Petani di Bulukumba Usai Panen

Mereka bereuforia mengambarkan rasa suka atas keberhasilan panen dengan menggelar lomba balapan “Ojek Gabah”.

Ojek gabah adalah sepeda motor modifikasi untuk mengangkut gabah hasil panen sebagai pengganti angkutan kuda yang selama ini digunakan oleh petani. Motor ojek gabah ini mulai muncul di akhir tahun 90 an dan digunakan sampai saat ini.

Balap ojek pengangkut gabah berlangsung meriah, diikuti puluhan peserta.

Istimewanya balapan itu karena dibuka langsung oleh Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto bersama kepala Desa Barombong, Mahfud.

Tomy Satria dalam sambutannya mengapresiasi adanya kejuaraan unik ini karena melalui ajang balap ojek ini menjadi wadah untuk menghibur masyarakat. Tomy pun berharap, balapan tersebut dapat menjadi kalender tahunan, artinya setiap tahun dilaksanakan lomba dengan jumlah peserta yang lebih besar lagi.

“Mewakili Pemkab Bulukumba, saya mengucapkan banyak terima kasih untuk aparat Desa Barombong yang telah menyelenggarakan kegiatan yang sangat kreatif ini, memang para teman-teman kita yang berprofesi sebagai ojek gabah ini layak mendapatkan hiburan lewat kegiatan ini setelah bekerja keras saat musim panen kemarin, saya harap kegiatan ini bisa agenda tahunan Kabupaten Bulukumba,” ujar Tomy Satria Yulianto.

Sementara, Kades Mahfud yang juga sebagai Ketua Panitia melaporkan, kejuaraan balap motor ojek gabah ini berlangsung sehari yang diikuti 66 orang rider atau pembalap ojek gabah dari berbagai desa di Kabupaten Bulukumba, termasuk dari Kabupaten Bantaeng.

Dikatakannya, kejuaraan balap motor ojek gabah ini, digelar semata-mata untuk menjalin keakraban serta persaudaraan antara sesama tukang ojek gabah.

“Kita tahu bahwa para tukang ojek gabah ini sangat membantu masyarakat mengangkut hasil pertanian, khususnya pada musim panen, makanya sebelum musim panen tiba, kami berinisiatif melaksanakan lomba ini,” tutur Mahfud.

Pada lomba balap ojek pengangkut gabah ini, Wabup menyumbang uang tunai 6,5 juta rupiah sebagai tambahan hadiah, masing masing juara pertama menerima Rp. 3 juta, kemudian juara kedua sebesar Rp. 2 juta, juara ketiga Rp. 1 juta dan juara ke empat Rp.500 ribu rupiah.