Balon Bupati Bantaeng dan Politisi Gerindra Ini Dituding Lakukan Penipuan

oleh

SUARALIDIK.COM, Bantaeng – Ketua Umum Angkatan Muda Yayasan Al Falah (AMYA) Rusdi sangat menyayangkan tindakan politisi Gerindra Andi Haeria Arifin dan Andi Imran Massoewalle atas dugaan penipuan yang dilakukan terhadap Haeruddin (35) Warga Perumahan BTP asal Bantaeng. Selasa (04/07/2017)

Balon Bupati Bantaeng Andi Imran Massoewalle dan Politisi Gerindra Andi Haeria Arifin  Ini Dituding Lakukan Penipuan

Haeruddin menjadi korban penipuan oleh Kader partai Gerindra bernama Andi Haeria Arifin dan salah seorang tokoh Ternama di Bantaeng yaitu Drs. A. Imran Massoewalle, sebanyak 27 Juta,

Menurut Haeruddin dari 27 Juta uang yang di Pinjam oleh Andi Haeriah dan Imran Massoewalle, 7 Juta uang yang saya Pinjam dari Ketua Umum AMYA Bantaeng (Rusdi) dan 10 Juta saya pinjam dari Ipar saya kemudian 10 juta lagi uang pribadi saya.

Korban terpaksa kehilangan uang Rp 27 juta setelah meminjamkannya kepada pelaku dengan niat untuk menolong. Karena siang malam pelaku bermohon terus minta dipinjamkan uang dengan janji akan mengembalikan paling lambat 1 Minggu, tetapi memasuki dua bulan lamanya Pelaku belum mengembalikan uang tersebut dan hanya menjanji terus.

Tak terima, Rusdi Meminta kepada korban Haeruddin, untuk segera melaporkan Andi Haeria Arifin dan Andi Imran Massoewalle ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sulsel, Rusdi ingin pelaku diproses sesuai aturan yang berlaku.

Dalam Transaksi yang berlangsung di perumahan BTP, Kelurahan Tamalanrea kecamatan tamalanrea kota makassar.

Pelaku berusaha membujuk Korban agar mau meminjamkan sejumlah uang melalui Via telfon dengan alasan dia mau bayar biaya survei LSI dan biaya pembayaran STCK mobil, menurut pelaku dia mau maju Sebagai Calon Bupati Bantaeng, namun uangnya belum sempat di transferkan sama suaminya dari jayapura.

Dimana pelaku menyatakan butuh uang Rp 12 juta, pertama, dan berjanji akan mengembalikannya dalam waktu 2-3 hari.Namun pada saat itu pelaku bukanya mengembalikan uang korban malah meminta tambahan sebanyak 15 juta lagi, jadi totol Rp 27 juta

Karena masa peminjaman telah jatuh tempo, korban beberapa kali menelfon dan serta sms pelaku dan sampai akhirnya korban mendatangi pelaku untuk menagih uang tersebut, namun beribu alasan diutarakan pelaku supaya korban mau mengasih tenggat waktu.

“Sabar dlu kami tunggu trasferan dari jayapura,ujar pelaku. Andi Haeria Arifin.

Namun hingga saat ini, Selasa (04/07/2017) pelaku tak kunjung mau mengembalikan uang tersebut.[RSD|ADS|Red3]