Banser NU Kab. Bulukumba Perkuat Barisan Melalui Kegiatan Diklat Terpadu Dasar Angkata Ke II

oleh
Banser NU
Fhoto : Suasana Pembuakaan Diklat Dasar Terpadu Angkatan II Banser NU Kab. Bulukumba di Lapangan Serba Guna Desa Padangloang, Kec. Ujung Loe, Kamis (13/04/2017)

Bulukumba, Suara Lidik – Barisan Ansor Serba Guna (Banser) NU Kab. Bulukumba berupaya memperkuat barisan di akar rumput secara merata melalui kegiatan Diklat Terpadu (DTD) angkatan ke II yang digelarĀ di Lapangan Serba Guna Desa Padangloang, Kec. Ujung Loe, Kab. Bulukumba mulai Kamis 13 s/d 17/04/2017.

Banser NU
Fhoto : Suasana Pembuakaan Diklat Dasar Terpadu Angkatan II Banser NU Kab. Bulukumba di Lapangan Serba Guna Desa Padangloang, Kec. Ujung Loe, Kamis (13/04/2017)

Kegiatan DTD angkatan II Banser NU Kab. Bulukumba juga dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto.

Menurut pimpinan Banser NU Kab. Bulukumba “Ferdi Ansar” mengungkapkan bahwa kegiatan Diklat Terpadu (DTD) angkatan ke II Banser NU Kab. Bulukumba bertujuan sebagai wadah perekrutan kader di Banser untuk para pemuda di Kabupaten Bulukumba guna untuk mengisi pengetahuan keagamaan yang benar dan damai serta untuk memupuk rasa kecintaan yang ikhlas kepada ulama, bangsa dan Negara.

Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto dalam pembukaan mengungkapkan harapan yang besar terhadap Ansor Banser agar dapat menjadi instrumen terdepan di Bulukumba yang sejahtera dan terdepan, baik dalam segmen kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara.

Berdasarkan pantauan suara lidik, dalam kegiatanĀ  Diklat Terpadu (DTD) angkatan ke II, turut hadir Kasat Intel Polres Bulukumba, perwakilan kodim 1411 Bulukumba, Camat Ujung Loe, Kapolsek Ujung Loe serta kasat Korwil Banser provinsi Sulsel.

Dalam kediatan DTD angkat II tersebut, pengurus wilayah GP Ansor yang diwakili oleh Kasat Korwil Baser Sulsel A. Abbas Rauf Rani menegaskan dalam sambutannya bahwa sejatinya seluruh kader Banser Ansor mampu menjadi garda terdepan dalam memfilter paham-paham radikalisme yang saat ini marak beredar di tengah-tengah masyarakat terutama dalam lingkungan masyarakat awam.(Hermayanto/Bandhys)