Bantu Korban Gempa Dan Tsunami, UMGo Utus Relawan Ke Sulteng

oleh
Tim relawan Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGo) saat dilepas oleh pihak rektor senin 01/10/2018.(foto istimewa)

 

Gorontalo, Suaralidik.com – Gempa serta tsunami yang melanda Donggala dan Kota Palu Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu, mengundang simpati dari masyarakat Gorontalo untuk menjadi relawan kemanusian, khususnya dikalangan mahasiswa.

Senin (01/10/2018) Universitas Muhammadiah Gorontalo (UMGo) mengutus mahasiswanya untuk menjadi relawan membantu para korban, dan hal ini mendapat dukungan dari pemerintah daerah, tak terkecuali pemerintah kabupaten gorontalo.

Bupati Gorontalo Prof Nelson Pomalingo, mengingatkan apabila ingin menjadi seorang relawan kemanusian harus dimulai dari hati dan bukan ikut-ikutan, jangan sampai menambah beban relawan lainnya sampai dilokasi bencana.

“Untuk menjadi volunteer harus berawal dari hati, menjadi diri sendiri, dan bisa mengatasi kesenjangan, serta memiliki komitmen dalam menjalani kerelawanan. Jangan ketika sampai di lokasi gempa hanya menambah beban relawan yang lain, terlebih para korban.” Ujar Prof Nelson saat menerima para relawan dari UMGo diruang kerja Bupati, Senin (1/10/2018).

Selain itu juga, para relawan harus memiliki keahlian lebih yang dapat dibagikan kepada para korban bencana.

“Terkadang orang yang dibantu itu bukan sekedar hanya mendapat keahlian khusus, namun juga butuh untuk disemangati, sehingga para volunteer harus memberikan semangat dengan berbagai cara.”tutur Bupati Gorontalo.

Sementara itu salah satu Tim Relawan UMGo, Ramli H. Mapo mengaku jika para volunteer yang dipersiapkan untuk membantu para korban telah memiliki pengalaman yang cukup besar.

“Seluruh relawan dari UMGo yang diberangkatkan telah melalui penjaringan yang cukup ketat dari organisasi yang berkecimpung dibidangnya, seperti Mapala dan KRS, sekaligus mereka sudah memiliki pengalaman yang banyak, dari kegiatan Regional bahkan Nasional. “tegas Ramli

Ia juga menuturkan, bahwa Tim Relawan mereka dibagi menjadi 3 tim, antaranya KSR (PMI) yang fokus membantu para Dokter dan Perawat, sementara dari Mapala di bagi dua tim, tim evakuasi korban serta dapur umum.

“Sementara bantuan yang akan kami salurkan seperti, obat-obatan, alat medis, makan siap saji, rempah-rempah, air mineral dan beras.” Tutup Ramli.(RDJ).