Bastian Lubis : Perencanaan Stadion Mattoanging Amburadul

  • Bagikan
Bastian Lubis
Bastian Lubis

Makassar,SuaraLidik.com – Kisruh pembangunan Stadion Mattoanging dianggap amburadul, mulai dari aspek perencanaan hingga keuangan melanggar mekanisme yang berlaku.

Sejak awal perencanaan pembangunan Stadion Mattoanging dibawah Komando Gubernur Non Aktif Nurdin Abdullah, telah mengambil kebijakan tanpa mengikuti mekanisme Undang-Undang Keuangan Negara.”ujar Bastian Lubis”. Minggu (11/04/2021).

Ada beberapa regulasi yang dilanggar. Antara lain, Undang-Undang Keuangan Negera No. 17 Tahun 2003, dan Undang-Undang No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.

Yang namanya Pemerintah tidak pernah berhutang kepada pihak ketiga, itu konsepnya. Karena setiap kegiatan yang akan dilakukan oleh Pemerintah harus disiapkan dananya baru dikerjakan.”lanjut Bastian Lubis”.

Mantan Auditor Ahli Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menjelaskan, Stadion Mattoanging belum tercatat sebagai aset pada saat dirobohkan oleh Nurdin Abdullah. Dengan begitu, NA telah merusak aset Negara sebelum anggaran pembangunan tersedia.

Yang namanya aset Negara itu harus ada prosesnya, dimana harus disiapkan dananya dulu.”jelas Bastian Lubis”.

Pembangunan Stadion Mattoanging tidak masuk dalam APBD dan RPJMD. Termasuk rencana awal renovasi Stadion dengan anggaran yang ditaksir sebesar 200 Miliar.

Bagaimana sekarang Anggota DPRD Provinsi Sulsel memasukkan anggaran Stadion Mattoanging. Jadi saya melihat dari laporan Perda APBD 2020-2021saya tidak melihat adanya pembangunan atau renovasi Stadion Mattoanging.”kata Bastian Lubis”.

Saya menyayangkan Anggota DPRD Provinsi Sulsel tidak menjalankan tugasnya sebagai pengawas. Seharusnya DPRD Sulsel melakukan nota protes atau hak jawab ketika menemukan ada yang tidak beres dalam perencaaan sebuah program Pemerintah Daerah.

Tak hanya DPRD Sulsel, saya pun menanyakan tugas TGUPP yang dianggapnya tidak profesional. Saya juga menanggapi dan menyayangkan demonstrasi yang dilakukan suporter PSM Makassar yang menyalahkan Dinas Pemuda Dan Olahraga (Dispora) Sulsel dalam masalah ini.

Baca juga : Suporter PSM Demo Di depan Kantor Gubernur, Tuntut Pembangunan Stadion

Menurut Bastian Lubis, Dispora Sulsel dan OPD lainnya hanya melaksanakan tugas sesuai arahan pimpinan dan DPA. Oleh karena itu KPK harus menelusuri perencanaan Stadion Mattoanging.

Nurdin Abdullah yang punya inisiatif untuk membongkar Bangunan Stadion Mattoanging, seharusnya sebagai Gubernur pada saat itu, NA tidak boleh merobohkan sebelum anggaran tersedia.”tutupnya”. (*JJ)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *