Bawaslu Adakan Sosialisasi Partisipatif Di Hotel Bukit Kenari Parepare

oleh

Parepare, Suaralidik.com – Bawaslu Sulawesi Selatan melakukan sosialisasi pengawasan partisipatif OMS parpol dan media massa di Hotel Kenari Bukit Indah, jalan Jenderal Sudirman, Parepare,19/09/2018.

Perwakilan Parpol, Ormas dan Media Massa Hadir Dalam Acara Sosialisasi Partisipatif Bawaslu Di Hotel Kenari Parepare

Dalam sosialisasi tersebut dihadiri beberapa perwakilan parpol, ormas dan media massa yang ada di Parepare. Sebagai pembicara yaitu Walikota Parepare yang diwakili oleh Sekda bapak Iwan Asaad, Ketua bawaslu Parepare Zainal asnun, pimpinan Bawaslu Sulsel Asri Yusuf, SH, MH, Komisioner Bawaslu Sulsel bapakk Asriadi, SE dan Dewan Pembina Lembaga Pendidikan Anak Rakyat, bapak Abdul Karim.

Dalam sesi pertama sebagai moderator, Ketua Bawaslu Parepare, Zainal Asnun memberi kesempatan kepada Sekda Parepare dan Dewan Pembina Lembaga Pendidikan Anak Rakyat sebagai pemateri.

Dalam kesempatan itu, Sekda Parepare, Iwan Asaad memberikan penjelasan mengenai peran serta pemerintah daerah dalam mensukseskan Pemilu 2019 nantinya. Beliau memaparkan berdasarkan data base kependudukan, sekitar 80% sebagai pemilih tetap dalam pileg. Pemerintah daerah juga akan terus menyamakan persepsi dengan Bawaslu tentang pengawasan pemilu 2019 juga terus mengawasi kenetralan ASN dalam pemilu nantinya.

Pemateri berikutnya, Dewan Pembina Lembaga Pendidikan Anak Rakyat, Abdul Karim memaparkan tentang pengetahuan politik kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak buta dan mengetahui tentang bagaimana berpartisipasi dalam pemilu. Tentang apa yang diawasi, bagaimana mengawasinya, bagaimana metode, pelaporannya, bagaimana hukumannya jika ada pelanggaran, dan bagaimana perlindungan bagi pelapor. Abdul Karim juga mengajak bangun sinergitas dengan setiap elemen.

Sesi selanjutnya, sebagai pemateri Komisioner Bawaslu Provinsi Sul-Sel, bapak Asriadi, SE dan bapak Asriadi Yusuf, SH. MH. Dalam penyampaian materinya, Komisioner Bawaslu Sul-Sel menjelaskan bagaimana agar pemilu bisa terbilang sukses. Ada 5 komponen pemilu bisa berhasil yaitu pemilih, peserta, penyelenggara, pemerintah yang netral dan regulasi yang baik. Komisioner Bawaslu Sul-Sel juga menjelaskan bagaimana strategi dalam memaksimalkan pengawasan yaitu dengan memaksimalkan mitra kerja dan seluruh stakeholder yang ada. Masing masing saling menjaga, memantau pemilu dan memberikan informasi, mendorong pengawasan partisipatif, mengawasi daftar pemilih tetap, mengawasi kampanye, mengawasi masa tenang 3 hari serta mengawasi hari pencoblosan.

Komisioner Bawaslu Provinsi juga menjelaskan pengawasan tahapan tahapan pemilu berupa upaya upaya pencegahan berupa upaya penyusunan dan analisis indeks kerawanan pemilu, upaya penanaman nilai (pusat pengawasan partisipatif), upaya antisipasi (pengawasan melekat), dan upaya penegakan hukum.

Dalam sesi tanya jawab, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat LSM Lidik Pro Parepare, AR. Arsyad, SH mempertanyakan tentang kinerja pengawas pemilu kurang baik mengenai adanya pelanggaran dan adanya caleg yang masih berstatus ASN.

Menjawab hal itu, Komisioner Bawaslu Sulsel menjelaskan bahwa proses perekrutan pengawas pemilu haruslah yang berkompeten yang memiliki pengetahuan politik tentang pengawasan dan pelanggaran pemilu. “ Individu yang tidak berkompeten, tidak akan dijadikan anggota pengawas pemilu”, ungkap Asriadi.

Terkait kenetralan ASN dan adanya caleg yang masih berstatus ASN, Komisioner Bawaslu Propinsi memerintahkan anggotanya agar mengusut tuntas hal itu. Jika ada pelanggaran, maka akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.

Dengan semboyan “Bersama rakyat awasi pemilu, bersama Bawaslu tegakkan keadilan pemilu”, Komisioner Bawaslu Provinsi mengajak segenap elemen masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam mensukseskan pemilu 2019 nanti. (RIS/AD)